Novel

Proxima Centauri (Bagian ke – 11)

Pandangan mataku masih kulayangkan di jendela bus di sampingku. Mengharapkan ada sesuatu yang baru dapat kutemui saat itu. Mengamati toko-toko yang berjajar, kantor – kantor dan bank serta bangunan – bangunan lain di pinggir jalan, juga kendaraan bermotor yang berebut jalan – seperti anak kecil yang berebut kue. Mungkin memang mereka adalah anak kecil, yang begitu gemar bermain klakson tanpa bisa menggunakan nalarnya bahwa jalanan…

Continue Reading

Novel

Proxima Centauri (Bagian ke – 10)

Alarm ponselku berdering tiba – tiba, bergetar mengagetkanku yang tadinya larut dalam tidur. Spontan tanganku meraih ke arah sumber bunyi itu. Dengan mata yang masih setengah terbuka aku menengok jam duduk di dekat tempatku tidur, masih belum terlihat jelas namun samar dari jarum panjang dan pendeknya aku menebak kalau sekarang jam tiga pagi. Suasa masih sepi, hanya ada desis kipas angin di kamarku yang sebentar berputar ke…

Continue Reading

Novel

Proxima Centauri (Bagian ke – 9)

“Begitu ya?” Sahut Kiran. “Memang, waktu tak bisa dihentikan. Semuanya akan berubah, kita tidak akan bisa mempertahankan kenangan lalu untuk bisa menjadi kenyataan hari ini. Sejarah memang bisa saja berulang. Tapi waktu tidak pernah berputar. Senja hari ini akan selalu saja berbeda dengan senja kemarin, dan akan berlainan di esok hari.” Sekilas aku memandang Kiran, lalu kembali mengalihkan pandanganku kearah langit yang kini sedang dipandangnya,…

Continue Reading

Novel

Proxima Centauri (Bagian ke – 8)

Pandanganku terpaku pada jalanan melalui sebuah jendela bus yang kami tumpangi, menyaksikan pemandangan lalulintas Yogya yang makin siang, semakin dipenuhi oleh  kendaraan bermotor. Beberapa diantaranya mungkin adalah mahasiswa yang hendak berangkat kuliah, beberapa lagi bisa jadi memang warga asli sini, tapi tak kalah banyak juga kendaraan dengan platnomer luar kota  yang membanjiri . Aku dan Kiran sedang berada di sebuah bus yang melaju menuju Magelang. Bus ini akan melewati desa dimana…

Continue Reading

Novel

Proxima Centauri (Bagian ke – 7)

“Kamu tahu nggak, mengapa akhir – akhir ini begitu banyak pasangan yang menikah namun kemudian rumah tangganya berantakan, bahkan banyak dari mereka yang berpisah, padahal-kan dulunya mereka berjanji sehidup semati?” “Memang mengapa?” Aku bertanya balik pada Kiran. “Mungkin kesalahan terbesarnya – yang mungkin juga bisa menjadi kesalahan kita – adalah karena mereka meniatkan pernikahan itu untuk mencari kebahagiaan. Disangkanya bahagia dapat diraih hanya dengan hidup bersama…

Continue Reading

Bingkai Kata, Novel

Proxima Centauri (Bagian ke – 6)

“Tapi ada satu hal  dari kamu yang sekarang sudah berubah” “Apa itu?” tanyaku penasaran. “Dulu kamu tuh anak kecil yang jahil, dekil but now… you are pretty hunky..” Jawab Kiran singkat, sembari ia memandangi jalan ibu kota melalui kaca jendela mobil, kemudian sesaat ia menatapku sembari tersenyum. Aku kebingungan harus merespon jawaban tak terduga itu. Tak biasanya aku dipuji seperti itu oleh seorang wanita.…

Continue Reading

Bingkai Kata, Novel

Proxima Centauri (Bagian ke – 5)

“Oh iya,  Kamu dari tadi di sini ya?  Mengapa tak langsung menghampiriku ke mejaku di sebelah sana? “ “Oh, Maaf, aku kira kamu sedang menunggu seseorang. Jadi aku merasa tidak enak bila mengganggu” “Ah, sudahlah. Menyebalkan memang. Lain kali saya tidak mau lagi bertemu dengan dia. Dua jam! Coba bayangkan, dua jam! Dan dia tak kunjung datang.” Kimya-pun menggerutu, sembari menahan kesal. Melihat Kimya…

Continue Reading

Bingkai Kata, Novel

Proxima Centauri (Bagian ke – 4)

Sampai suatu masa takdir mempertemukan aku dan Kimya di sebuah ruang dan waktu. Suatu takdir di sebuah gerbong kereta api yang melaju.  Sebuah takdir yang telah Tuhan rencanakan sebelum Dia menciptakan alam semesta ini. Sebuah takdir pertemuan yang  mengubah hidup seorang laki – laki untuk selamanya. Sebuah pertemuan yang menerobos tidak hanya batas satuan fisika, namun juga jarak hati antara manusia. Mengapa…

Continue Reading

Bingkai Kata, Novel

Proxima Centauri (Bagian ke – 3)

“Kau meminjami aku sebuah buku, yang masih kusimpan hingga kini. Buku yang berjudul ‘Sejarah Singkat Waktu’ tulisan Stephen Hawking. Sebuah buku tentang fisika, namun tidak memilliki rumus matematika apapun di dalamnya selain e=m.c2. Sebuah rumus tentang kesetaraan antara massa dan energi. Bahwa massa yang kecil dapat diubah menjadi energi yang luar biasa besar”. “Aku menemukan engkau menyelipkan satu lembar kertas dengan tulisan tanganmu di dalam…

Continue Reading

Bingkai Kata, Novel

Proxima Centauri (Bagian Ke – 2)

Pasti senyum itu sudah memikat banyak hati laki-laki sekaligus mematahkannya di saat yang sama. Terlebih lagi, nampaknya  kau sudah memiliki kekasih. Bagaimana mungkin gadis secantik kau tidak ada yang lelaki yang mengejar -ngejar. Pasti banyak lelaki yang berlomba – lomba ingin menawan hatimu. Pasti laki – laki itu istimewa-kan? Tentu saja. Tidak seperti aku yang sering  tak memiliki cukup nyali mendekatimu. Harusnya kusampaikan padamu saat itu,…

Continue Reading