Keseharian, Perenungan

Meramadhankan Diri

Bulan Ramadan hampir separuhnya dilewati. Milyaran hamba Allah berpuasa di muka bumi. Milyaran kaum muslim berislam (menyerahkan diri) untuk menyublimkan diri di bulan ini. Menghilangkan kotoran – kotoran yang selama setahun penuh melekat di hati. Menjadi pemisah antara manusia dengan sejatinya azali.

Keseharian, Perenungan

Vonis Sebilah Pisau

Minggu pertama telah hampir dilalui. Minggu pertama di tahun 2018. Semua yang serba pertama selalu membuat orang berkesan. Atau itu hanya subjektif kecengengan manusia saja? Tapi subjektifitas juga perlu. Selain manusia makhluk logika, dia juga berperasaan, karena itu manusia mengalami patah hati, kala apa yang diinginkan tidak sesuai dengan ekspektasi. Menerima penolakan dari seseorang yang diharapkan memberi balasan, sebagaimana perasaannya.…

Continue Reading

Keseharian

Tahun Baru, Masa Depan, Masa Silam

Libur akhir tahun tiba, besok sudah menjadi malam pergantian tahun. Meskipun secara ruhani, malam pergantian tahun bisa terjadi di setiap malam. Resolusi tidak perlu dibuat tiap tahun, namun bisa tiap hari, tiap malam, tiap saat, tanpa perlu menunda- nundanya ke pergantian satuan waktu. Kebaikan – kebaikan kecil yang dilakukan terus menerus dan meningkat secara perlahan akan menghasilkan sesuatu yang lebih…

Continue Reading

Keseharian, Perenungan

Tinggalkan Negerimu dan Hidup Asing

Akhir pekan ini adalah akhir pekan yang panjang, mulai dari sabtu hingga selasa, adalah hari libur,  praktis Jakarta akan menjadi sepi dikarenakan mulai ditinggal penduduknya untuk berwisata ataupun pulang ke kampung  halaman. Bagaimana dengan saya dengan libur panjang ini? Tidak kemana – mana? Ya, tidak kemana – mana. Tidak ada rencana wisata. Tapi bukan berarti tidak ada hal yang bisa…

Continue Reading

Keseharian, Perenungan

Instrumentasi Tuhan

Terkadang untuk menemani aktivitas saya membaca atau bekerja, saya sering ditemani lagu yang diputar melalui aplikasi spotify di gawai yang saya miliki. Memang mendengarkan musik  akan membantu kita untuk lebih fokus dan seringkali bisa mengubah mood seseorang. Dari yang semula sedih, menjadi gembira, atau mungkin malah sebaliknya. Kita juga biasanya memiliki kecederungan memilih – memilih lagu yang sesuai dengan suasana hati,…

Continue Reading

Keseharian, Perenungan

Semua Akan Kembali ke Tempat Dia Berasal

Postingan ini ditulis di hari kedua saya mudik di kampung halaman. Ya, Kediri. ini adalah kali kesekian saya kembali pulang ke sebuah kota kecil, tempat dimana saya dulu dilahirkan. Mumpung hari jumat libur dan long weekend, maka saya telah menyiapkan jauh – jauh hari membeli tiket pergi – pulang Jakarta – kediri. Perjalanan dari Jakarta ke kediri menggunakan kereta api kelas eksekutif membutuhkan…

Continue Reading

Keseharian, Perenungan

Rutinitas Ilaihi Rajiun

Hari senin pagi, datang lagi, seperti setiap minggu biasanya. Setelah menikmati libur di akhir pekan, beristirahat dari rutinitas, maka sebagian besar kita yang pekerja kantoran, yang hari kerjanya di senin sampai jumat  tentu merasa berat untuk kembali lagi lalu harus memulai rutinitas di tiap minggu. Lalu bagiamana dengan pekerja yang terkadang masih harus mengambil kerja di akhir pekan. Bulan ini,…

Continue Reading

Keseharian, Perenungan

Hidup Sekali Menyenangkan

Bulan November tentu berarti bagi saya dan blog ini. Per tanggal 26 nanti, genap sudah 10 tahun setidaknya blog ini ada. Saya mulai aktif blogging dan membuat posting pertama saya pada tahun 2007 di semester pertama saya kuliah. Inilah media hiburan saya di sela kesibukan aktivitas saya kuliah, sekedar menuliskan apa yang saya sedang pikirkan, apa saja. Jika kau bukan anak ulama ataupun…

Continue Reading

Keseharian

Puncak Prestasi

Tidak terasa, (padahal kerasa banget) empat bulan nglaju Jakarta Tangerang bolak-balik  menjadi seorang komuter. Beberapa tahun yang lalu, saat masih di kantor yang lama, saya juga sering sih, bolak balik jakarta tangerang. Meskipun ngga setiap hari. Dulu, pilihan transportasi yang saya gunakan adalah bus, karena itu moda yang paling dekat dengan kosan saya,  sekitar 200 meter untuk nyegat, sementara stasiun kereta api berjarak setidaknya 10 km.…

Continue Reading

Keseharian

Jatuhnya Utsmaniyah: Perang Besar di Timur Tengah

Buku yang memiliki judul asli The Fall of Ottomans: The Great War in The Middle East berisi 563 halaman, hampir semuanya saya baca saat perjalanan nglaju saat di komuterline. Saya tidak tahu apa pertimbangan dari si penterjemah yang kemudian meliterasikan judulnya ke dalam bahasa Indonesia menjadi The Fall of  The Khilafah. Mungkin, nama ‘khilafah’ lebih menjual dan menarik minat dibandingkan versi aslinya…

Continue Reading