Duh diri saya. Berapa kali ramadhan yang melintasi usia. Berapa kali dilakoni puasa. Namun mengapa tidak berkembang peradaban manusia. Ramadhan demi ramadhan, yang dikenal hanya konsumsi dan materi. Saat berpuasa yang terbayang hanya makanan. Terlebih kala terbenam senja. Konsumsi yang meningkat dari biasa. Pantaskah disebut berpuasa. Jika pendalaman hidup dari hari ke hari selalu sama.
Kategori: Bingkai Kata
Semua Jeruk itu Kecut
Suasana pasar lama kota Tangerang yang begitu sibuk dengan aktivitas jual beli pedagang dan pembelinya sedikit teralihkan ketika seorang ibu – ibu ngedumel dari ujung ke ujung memutari blok pedagang buah – buahan. Namun malang sepertinya bagi si ibu, sesudah mondar – mandir kesana kemari, tak ditemuinya pedagang buah yang dicari. “Bang ini pedagang buah yang kemarin jualan disini kemana ya”.…
Tulisan Senja
Matahari bergerak terbenam di ujung barat. Langit – langit bermain dengan warna jingga. Siang kini telah menjadi senja, Sementara aku dan nafasku menulis kata ini untukmu. Kasih, dunia ini dipenuhi ketidaktahuan. Sebentar lagi malam tiba. Bayang – bayang gelap menyelimuti. Di depan, belakang, kiri, dan kanan. Semua akan gelap. Kita sama tak tahu. Yang tersisa darinya hanyalah percaya. Hanya itu…
Kereta Terakhir
Jarum jam dinding di stasiun berputar pelan menuju angka Sebelas. Sebentar lagi kereta komuterline terakhir untuk malam ini tiba. Namun stasiun masih belum juga sepi, seakan masih enggan untuk beranjak tidur meski malam sudah larut. Menemani hilir mudik mereka yang bergegas pulang malam itu. Setiap penumpang yang menunggu kereta terakhir, sudah pasti dalam kondisi kelelahan, setelah seharian berjuang menjalani hidupnya…
Aku Tak Sanggup Menulis
Apa itu kata? nama – nama, bahasa yang diucapkan manusia? Siapa yang pertama kali menemukannya? Apakah manusia harus berkata untuk bisa dipahami? Mengapa tidak mempelajari saja kedalaman hati? Ketika keheningan lebih menyentuh ufuk batin. Ketika kesunyian mengajarkanmu bahasa yang lebih sejati. Seorang bijaksana mengajarkan bahwa kata sejati adalah apa yang terdetak di dalam hati. Bahasa yang terucap lisan sekadar perantara. Sedangkan…
Bersabarlah
Dalam setiap tegur sapa selalu menyisakan cerita. Meski itu tersembunyi di pikiran kita. Mereka-reka akan apa yang tak kita sangka. Kadang kita bergembira, di lain waktu sedih tak terkira. Terlalu mudah kita mengambil penilaian, pada hal yang belum kita mampu jangkau.
Proxima Centauri (Bagian ke – 11)
Pandangan mataku masih kulayangkan di jendela bus di sampingku. Mengharapkan ada sesuatu yang baru dapat kutemui saat itu. Mengamati toko-toko yang berjajar, kantor – kantor dan bank serta bangunan – bangunan lain di pinggir jalan, juga kendaraan bermotor yang berebut jalan – seperti anak kecil yang berebut kue. Mungkin memang mereka adalah anak kecil, yang begitu gemar bermain klakson tanpa bisa menggunakan nalarnya bahwa jalanan…
Proxima Centauri (Bagian ke – 10)
Alarm ponselku berdering tiba – tiba, bergetar mengagetkanku yang tadinya larut dalam tidur. Spontan tanganku meraih ke arah sumber bunyi itu. Dengan mata yang masih setengah terbuka aku menengok jam duduk di dekat tempatku tidur, masih belum terlihat jelas namun samar dari jarum panjang dan pendeknya aku menebak kalau sekarang jam tiga pagi. Suasa masih sepi, hanya ada desis kipas angin di kamarku yang sebentar berputar ke…
Proxima Centauri (Bagian ke – 9)
“Begitu ya?” Sahut Kiran. “Memang, waktu tak bisa dihentikan. Semuanya akan berubah, kita tidak akan bisa mempertahankan kenangan lalu untuk bisa menjadi kenyataan hari ini. Sejarah memang bisa saja berulang. Tapi waktu tidak pernah berputar. Senja hari ini akan selalu saja berbeda dengan senja kemarin, dan akan berlainan di esok hari.” Sekilas aku memandang Kiran, lalu kembali mengalihkan pandanganku kearah langit yang kini sedang dipandangnya,…
Proxima Centauri (Bagian ke – 8)
Pandanganku terpaku pada jalanan melalui sebuah jendela bus yang kami tumpangi, menyaksikan pemandangan lalulintas Yogya yang makin siang, semakin dipenuhi oleh kendaraan bermotor. Beberapa diantaranya mungkin adalah mahasiswa yang hendak berangkat kuliah, beberapa lagi bisa jadi memang warga asli sini, tapi tak kalah banyak juga kendaraan dengan platnomer luar kota yang membanjiri . Aku dan Kiran sedang berada di sebuah bus yang melaju menuju Magelang. Bus ini akan melewati desa dimana…







