Duh diri saya. Berapa kali ramadhan yang melintasi usia. Berapa kali dilakoni puasa. Namun mengapa tidak berkembang peradaban manusia. Ramadhan demi ramadhan, yang dikenal hanya konsumsi dan materi. Saat berpuasa yang terbayang hanya makanan. Terlebih kala terbenam senja. Konsumsi yang meningkat dari biasa. Pantaskah disebut berpuasa. Jika pendalaman hidup dari hari ke hari selalu sama.
Tag: idul fitri
Kini, (Semoga) Ramadhan Memasuki Kita
Takbir berkumandang bersahutan memenuhi langit malam ini. Sebagai tanda masuknya bulan syawal. Dan berakhirnya Bulan Ramadhan. Orang – orang berpawai, berkendaraan, tumpah ruah di jalanan, merayakan sebuah kemenangan. Sementara saya masih menyepi di kamar sendiri, merenungi, tentang satu bulan puasa yang telah dilakoni. Apakah saya termasuk golongan orang – orang yang disebutkan nabi sebagai Berapa banyak orang berpuasa yang tidak…
Kemenangan dalam Idul Fitri
Tulisan ini saya buat, di kampung halaman saya, Kediri, pada pagi dini hari 1 syawal di tahun 1436 Hijriah, atau 2015 menurut perhitungan kalender Masehi. Suara takbir menggema memenuhi udara pagi ini, haru bercampur syahdu. Keharuan yang memuat kesedihan, sekaligus kegembiraan, yang entah bagaimana sulit untuk saya tuliskan. Takbir yang kita pekikan tepat di hari kemenangan, kemenangan melawan siapa? Para…
Tradisi Kesombongan
Hari Lebaran di Indonesia terasa berbeda dengan Lebaran di negara lain ( halah…seperti sudah pernah ke luar negeri saja ). Hari – hari itu rasanya menjadi hari yang pas untuk saling bersilaturahmi kepada keluarga, sahabat dan handai tulan yang mungkin hanya sekali setahun bisa bertemu dengan mereka. Masing – masing tuan rumahpun telah siap dengan kue – kue dan snack,…

