Duh diri saya. Berapa kali ramadhan yang melintasi usia. Berapa kali dilakoni puasa. Namun mengapa tidak berkembang peradaban manusia. Ramadhan demi ramadhan, yang dikenal hanya konsumsi dan materi. Saat berpuasa yang terbayang hanya makanan. Terlebih kala terbenam senja. Konsumsi yang meningkat dari biasa. Pantaskah disebut berpuasa. Jika pendalaman hidup dari hari ke hari selalu sama.
Tag: puisi
Perjalanan Hati
Seorang lelaki di fajar kehidupan duduk di atas balkon rumahnya yang sepi. Ia melihat langit ditaburi bintang – bintang gemerlapan diselimuti gelap langit malam. Rona wajahnya merefleksikan kisah – kisah hidupnya yang kemudian menjadi warna – warna dalam pikirannya Kemudian untuk sejenak, ia melihat gambar seorang gadis yang selalu tersimpan rapi di tas kerjanya. Gambar gadis itu untuk sejenak, membawa…
Semestinya..
Semestinya, malam ini bisa menjadi malam istimewa sebagaimana yang terjadi di dalam mimpi – mimpiku selama ini. Semestinya, malam ini engkau menemaniku dan menjadi penghibur hatiku, penawar penatku – menghadapi pedih hidup ini. Duh Kasihku, kumohon datangi aku dan jemputlah diriku ini. Aku akan menceritakan semua rindu yang kusimpan di dadaku padamu dengan kata -kata yang mampu ku ucapkan. Jangan…
Kamuflase Belaka
Engkau menyangka telah berlarian sampai ujung dunia. Mengitari bumi, menjelajahi benua dan mengarungi samudera. Namun tahukah bahwa engkau sebenarnya tidak sedang kemana – mana. Engkau hanya berdiam disini saja, tidak bergerak sedikitpun, meskipun hanya selangkah saja. Dan lagi, Engkau mungkin mengira sedang melihat sesuatu.Namun sungguh itu hanya penampakan semu. Jangan tertipu akan semua itu. Engkau sedang menghadapi sebuah ilusi yang…
Jangan Hiraukanku
Sekali – kali ‘ku tak pernah ingin mengganggumu. Sungguh bukan demikian inginku. Aku hanya ingin melihat dirimu, sekilas dibalik bayang gelapku. Jangan kau takut manis, aku tak ingin membuatmu risau meskipun hanya sekali. Jangan juga engkau bertanya siapa aku. Aku bukanlah siapa – siapa, aku hanya seorang cameo di panggung indahmu ini.
Sekali Saja..Kumohon..
Sekali saja, sebelum kita melahap nasi di hadapan kita. Pernahkah kita berpikir? Betapakah beruntungnya kita bisa menikmati makanan ini – meski hanya sekedarnya. Sementara banyak saudara kita di luar sana kelaparan, mengais – ngais sisa makanan di tempat sampah, mengemis di jalanan, bahkan hingga mencuri hanya untuk menyambung hidup.
Orang Aneh…
Aku menyusuri lorong ini hanya selaku orang aneh. Ditertawakan, dicerca dan dihina oleh orang – orang waras. Aku hanya berbicara dengan hatiku, namun mereka berkata dengan akal sehat mereka. Akulah yang aneh, di dunia yang semakin waras ini, dimana setiap keadilan dijual, setiap budaya dilacurkan dan setiap kebenaran di manipulasikan.
Kamu Bukan Siapa – siapa!!
“Kamu bukan siapa – siapa!!” Bukanlah apa – apa aku disini. Aku hanya haus akan rindu, mengagumi setiap hari, menunggu setiap harapan. Aku hanya ingin mengarungi samudera yang luas, berenang tanpa batas dan menyelami setiap inchi semesta. Meskipun terlindas – lindas zaman dan terobek -robek globalisasi, sekali – kali janganlah menggangguku. Aku bukanlah siapa – siapa yang bisa kamu sakiti,…
Uang mainan
“Apa yang kau bawa?” “Hah!!Sekarung uang mainan!?!!” “Ayolah, jangan bercanda” “Ini pasar sungguhan” “Hanya menerima uang sungguhan” “Bukan uang mainan”
