Bingkai Kata

Kisah Sebatang Coklat

Perkenalkan, aku adalah sebatang coklat yang dijual di toko manisan di sebuah ujung jalan. Hampir setiap hari, toko ini ramai didatangi pengunjung yang lalu – lalang, entah untuk untuk sekedar melihat – lihat ataupun membeli sebatang – dua batang coklat dari tokoku. Namun ada pemandangan yang tak biasa hari ini,, sedari tadi kuperhatikan,  ada seorang pemuda gelisah mondar – mandir di toko…

Continue Reading

Bingkai Kata, Perenungan

Jalan Kerinduan

Jika yang engkau maksud Cinta adalah tujuan, maka rindu adalah jalan. Lantas bagaimana mungkin engkau sampai jika tidak pernah melalui jalan. Karena itu jangan sedih akan pedih rindu itu. Berbahagialah dan bersyukur karena rindu membuatmu masih terus mencari sekarang. Orang yang tidak memahami kilat petir mengundang hujan. Akan mengeluh karena gelegar suaranya. Begitu juga mereka yang tidak memahami, akan mengeluh…

Continue Reading

Bingkai Kata

Cinta Tanpa Bahasa

Ketika ku hanya bisa kirimkan pesan singkat tanpa karakter ke telepon selulermu, jangan sekali – kali tanyakan padaku kenapa. Karena menuliskan perasaanku dalam kata – kata adalah sama mustahilnya dengan berenang melintasi samudera pasifik. Kalimat hanyalah kotak – kotak kecil buatan manusia, mana mungkin bisa menampung samudera perasaanku padamu. Bahasa hanyalah layang – layang kecil yang diterbangkan angin, mana mungkin…

Continue Reading

Bingkai Kata, Keseharian

Masih Ada Waktu..

Apakah engkau tiada pernah menerka, rasa-rasa yang tersimpan di sudut hati?  Begitupula gelora rasa di dalam dada, apakah tiada pernah kau perhatikan? Apakah tidak pernah dirimu membaca, rindu  yang jelas tertulis di mata? Mengapa semua ini engkau abaikan? Mengapa engkau biarkan diriku terluka sendirian seperti ini? Jika yang kau kehendaki adalah mautku. Niscaya akan kuberikan sekarang untukmu.

Bingkai Kata, Keseharian

Penebus Luka dan Sakit Hati

Aku tahu, telah membuatmu begitu terluka. Aku tahu, telah membuatmu begitu bersedih. Aku tahu itu semuanya. Tapi apakah engkau tahu, hatiku bak tersayat sembilu ketika melihatmu menangis. Apakah engkau tahu, akupun juga berteman perih ketika engkau bersedih? Aku tahu, aku sampah, engkaupun tak mau melihatku lagi, bahkan untuk mengingatkupun engkau enggan. Aku kotor, hina, sehingga mungkinpun tidak lagi sederajat dengan…

Continue Reading

Bingkai Kata, Keseharian

Elektron Hati

Kurasa berbeda kala memikirkanmu. Tiada perasaan berat yang membebani ataupun rasa gelisah yang menghantui. Hanya dirimu yang selalu ada mendinginkan segala panas dunia, segala sedih yang ada di hati dan segala dahaga yang ada di jiwa. Aku hanya berharap janganlah engkau bersedih ataupun bermuram hati. Karena siapa lagi yang mampu memberikan senyumnya dan bahagianya kepada diriku. Siapa lagi yang sanggup…

Continue Reading

Bingkai Kata, Keseharian

Tulisan Untukmu

Sesuatu terlihat rumit ketika disayangi. Menjadi begitu detil untuk diperhatikan. Banyak sekali rasa yang harus dipahami dan terdapat sekian juta pikiran yang mau – tak mau membayangi batin ini. Sesuatu terlihat menyedihkan ketika sendiri. Tiada suatupun yang menemani meski hanya mimpi. Teman hanyalah sepi dan tangisan hati. Jiwa terasa sesak seakan tiada udara yang terhirup.

Keseharian, Perenungan, Sosial Politik

Nasionalisme..

Jangan Tanya Apa Yang Negara Bisa Kasih Buat Elo.. Tanya apa yang Elo bisa kasih buat Negara Kira – kira begitulah penggalan lagu rap bertajuk “Untuk Indonesia” yang dibawakan Pandji Pragiwaksono ( presenter “Kena Deh” ). Dan – memang lagu tersebut begitu mengena terhadap situasi dan kondisi bangsa Indonesia sekarang ini. Nasionalisme – mungkin itu yang sepertinya perlu didefinisikan ulang,…

Continue Reading

Perenungan

Sepotong Kisah Majnun

Orang tua Laila melarang Majnun mendekati kemah mereka. Tetapi Majnun, yang dimabuk cinta, meminjam kulit domba dari seorang gembala di gurun, di mana suku Laila memancangkan kemahnya. Ia membungkukkan diri dan mengenakan kulit domba, lalu katanya pada gembala itu, “Dengan nama Tuhan, biarlah aku ikut merangkak di tengah domba-dombamu, kemudian bawalah kawanan domba itu melintasi kemah Laila, agar mudah-mudahan aku…

Continue Reading

Bingkai Kata, Keseharian

Maafkanku Selalu

Maafkanku kali ini, karena tak bisa melupakan dirimu, meski hanya sesaat. Seluruh Nadiku serasa akan pecah bila aku merindukanmu. Engkau seakan masuk ke setiap sunsum tulangku dan meracuni setiap nafasku. Maafkan aku jika aku tak sanggup berucap padamu. Karena Sebagaimana Allah membuat jiwa – jiwa kita sebagai tawanan tubuh – tubuh kita, demikian juga rasa ini juga membuatku sebagai tawanan…

Continue Reading