Perenungan

Mudiknya Pak Imron

Pak Imron, sebut saja namanya demikian- karena saya juga lupa melihat tanda pengenal yang biasanya terpasang di setiap taksi. Berprofesi sebagai pengemudi taksi yang, aku tumpangi di perjalanan menuju stasiun Gambir, senin lalu. Dari percakapan kami sepanjang perjalanan, saya tahu kalo pak Imron berasal dari Padang, Sumatera Barat. Namun pada lebaran ini ia memilih tidak mudik, dikarenakan mahalnya tiket pesawat…

Continue Reading

Bingkai Kata, Perenungan

Duh Diri Saya

Duh diri saya. Berapa kali ramadhan yang melintasi usia. Berapa kali dilakoni puasa. Namun mengapa tidak berkembang peradaban manusia. Ramadhan demi ramadhan, yang dikenal hanya konsumsi dan materi. Saat berpuasa yang terbayang hanya makanan. Terlebih kala terbenam senja. Konsumsi yang meningkat dari biasa. Pantaskah disebut berpuasa. Jika pendalaman hidup dari hari ke hari selalu sama.

Keseharian, Perenungan

Meramadhankan Diri

Bulan Ramadan hampir separuhnya dilewati. Milyaran hamba Allah berpuasa di muka bumi. Milyaran kaum muslim berislam (menyerahkan diri) untuk menyublimkan diri di bulan ini. Menghilangkan kotoran – kotoran yang selama setahun penuh melekat di hati. Menjadi pemisah antara manusia dengan sejatinya azali.

Keseharian, Perenungan

Vonis Sebilah Pisau

Minggu pertama telah hampir dilalui. Minggu pertama di tahun 2018. Semua yang serba pertama selalu membuat orang berkesan. Atau itu hanya subjektif kecengengan manusia saja? Tapi subjektifitas juga perlu. Selain manusia makhluk logika, dia juga berperasaan, karena itu manusia mengalami patah hati, kala apa yang diinginkan tidak sesuai dengan ekspektasi. Menerima penolakan dari seseorang yang diharapkan memberi balasan, sebagaimana perasaannya.…

Continue Reading

Keseharian, Perenungan

Tinggalkan Negerimu dan Hidup Asing

Akhir pekan ini adalah akhir pekan yang panjang, mulai dari sabtu hingga selasa, adalah hari libur,  praktis Jakarta akan menjadi sepi dikarenakan mulai ditinggal penduduknya untuk berwisata ataupun pulang ke kampung  halaman. Bagaimana dengan saya dengan libur panjang ini? Tidak kemana – mana? Ya, tidak kemana – mana. Tidak ada rencana wisata. Tapi bukan berarti tidak ada hal yang bisa…

Continue Reading

Bingkai Kata, Perenungan

Semua Jeruk itu Kecut

Suasana pasar lama kota Tangerang yang begitu sibuk dengan aktivitas jual beli pedagang dan pembelinya sedikit teralihkan ketika seorang ibu – ibu ngedumel  dari ujung ke ujung memutari blok pedagang buah – buahan. Namun malang sepertinya bagi si ibu, sesudah mondar – mandir kesana kemari, tak ditemuinya pedagang buah yang dicari. “Bang ini pedagang buah yang kemarin jualan disini kemana ya”.…

Continue Reading

Keseharian, Perenungan

Instrumentasi Tuhan

Terkadang untuk menemani aktivitas saya membaca atau bekerja, saya sering ditemani lagu yang diputar melalui aplikasi spotify di gawai yang saya miliki. Memang mendengarkan musik  akan membantu kita untuk lebih fokus dan seringkali bisa mengubah mood seseorang. Dari yang semula sedih, menjadi gembira, atau mungkin malah sebaliknya. Kita juga biasanya memiliki kecederungan memilih – memilih lagu yang sesuai dengan suasana hati,…

Continue Reading

Keseharian, Perenungan

Semua Akan Kembali ke Tempat Dia Berasal

Postingan ini ditulis di hari kedua saya mudik di kampung halaman. Ya, Kediri. ini adalah kali kesekian saya kembali pulang ke sebuah kota kecil, tempat dimana saya dulu dilahirkan. Mumpung hari jumat libur dan long weekend, maka saya telah menyiapkan jauh – jauh hari membeli tiket pergi – pulang Jakarta – kediri. Perjalanan dari Jakarta ke kediri menggunakan kereta api kelas eksekutif membutuhkan…

Continue Reading

Keseharian, Perenungan

Rutinitas Ilaihi Rajiun

Hari senin pagi, datang lagi, seperti setiap minggu biasanya. Setelah menikmati libur di akhir pekan, beristirahat dari rutinitas, maka sebagian besar kita yang pekerja kantoran, yang hari kerjanya di senin sampai jumat  tentu merasa berat untuk kembali lagi lalu harus memulai rutinitas di tiap minggu. Lalu bagiamana dengan pekerja yang terkadang masih harus mengambil kerja di akhir pekan. Bulan ini,…

Continue Reading

Perenungan

Sepuluh Tahun Bersitensis

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Saya membuka tulisan saya dengan kutipan Pramoedya Ananta Toer, sastrawan Indonesia, asal Blora yang dilahirkan 92 tahun silam. Meskipun jasad mas pram (panggilan akrab Pramoedya Ananta Toer) telah mengalami transformasi menyatu  ke alam, namun karya dan…

Continue Reading