Dua puluh delapan kali ku saksikan siklus matahari, namun belum kutemukan apa yang dibicarakan cahaya pada pagi. Masih belum sanggup kudengar suara -suara sejati Dua puluh delapan kali kukelilingi matahari, namun yang masih mampu kuhitung hanya waktu. Kuhitung hari, kuhitung minggu, kuhitung bulan, kuhitung tahun, kuhitung windu, kuhitung abad, kuhitung jaman. Namun, masih tak mampu ku belajar pada kesetiaan. Aku berjalan…
Kategori: Keseharian
Sampai Nanti Liang Lahat
Tiba – tiba alarm berbunyi, mata masih sepet, dan waktu masih menunjukan pukul tiga pagi. Mata ini, saya paksa – paksa untuk terbuka. Setelah benar – benar yakin, semua nyawa saya telah menyatu . Maka saya buka kembali notebook untuk mulai belajar di pagi hari. memasak air untuk membikin satu cangkir kopi panas. Hah! belajar? Memangnya masih kuliah bung? atau…
Sanggup Merasa Bodoh
Sudah lama rasanya saya tidak membuat tulisan selfie, alias tulisan ‘curhat’ tentang diri sendiri, alih – alih malah kebanyakan memposting pemikiran – pemikiran yang serius – serius. Tapi ya nggak apa- apa, namanya manusia kadang kan tulisannya bisa situasional, kadang begini kadang begitu, tergantung situasinya bagaimana. Karena kesibukan akan banyaknya pekerjaan (sebenarnya ga begitu sibuk juga sih ). Membuat saya semakin jarang memposting…
A Letter from Your Globalist Friend
“Kami menjalankan segala sesuatu, namun anda tidak tahu siapa yang harus diserang. ‘tangan tersembunyi ini’ memiliki peralatan yang amat lengkap dan tidak ada kekuatan dalam sejarah yang dapat menyamai kekuatannya. Kami menguasai dunia dan dunia tidak tahu siapa yang menguasai mereka. Bukankah ini benar-benar sesuatu yang mengagumkan?” “Media – media telah dirancang menyajikan kepada anda apa yang kami inginkan agar anda lakukan.…
Jalan Yang Tidak Disangka – sangka
Malam ini, kala manusia beristirahat dalam damai di bawah dekapan mimpi. Diriku membaringkan nalar sadar di lantai nurani memandang jauh kepada langit yang sibuk berputar dalam orbit semesta waktu, yang berubah – ubah gelisah berganti musim, seiring berganti satuan rindu. Dalam pandanganku aku menemukan diriku sedang diseret dunia begitu jauh hingga sekarang. dan apa yang kulihat bagaimana pikiranku tidak berdaya…
Masjid Seluas Langit dan Bumi
Hidup itu masalah bagaimana kita menentukan yang mana yang merupakan tujuan dan yang mana yang merupakan jalan. Dari situlah kita bisa meletakkan skala prioritas. Mereka yang meletakkan akhirat sebagai prioritas, ia akan melakukan segala cara mencapai kehidupan akhirat yang sebaik – baiknya. Siapa saja yang membereskan urusan dunianya terlebih dahulu, maka urusan dunianya belum tentu beres dan urusan akhiratnya jelas…
Seribu Cemas di Dalam Kabin
Kecelakaan Lion Air yang terjadi kemarin, mengagetkan kita semua, begitupun saya dan juga mereka yang sering naik pesawat untuk berpergian. Namun bukan kecelakaan tersebut yang ingin saya ceritakan, tapi perasaan dan pengalaman saya ketika berpergian naik pesawat terbang. Sudah hampir dua tahun ini saya sering berpergian dengan pesawat terbang, entah itu untuk pulang kampung ataukah untuk kepentingan pekerjaan. Namun dari…
Perjuangan Masih Jauh
Khoirunnas Anfa’ahum Linnas Sebaik – baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya Setahun lebih bekerja, seperti ada yang kurang. Apa yaa..? mungkin idealisme. Dulu sewaktu mahasiswa, memang orang cenderung kritis, namun begitu bekerja, kok sepertinya kritisme itu lama – lama kok hilang. Entah karena kesibukan bekerja, atau sudah masuk ke dalam zona aman ya? Hm.. saya ga tahu pasti.…
Manusia Tanpa Hak
Manusia – manusia modern berteriak-teriak memperjuangkan yang disebut kebebasan, memperjuangkan yang mereka sebut dengan hak asasi dan demokrasi. Meyakini seyakin – yakinnya bahwa ia sangat bebas untuk menentukan pilihannya dan nasibnya sendiri. Hingga kemudian aturan konstitusi dasar di-amandemen, dengan memperbanyak pasal – pasal tentang Hak Asasi Manusia. Lantas dengan dalih hak asasi pula kemudian, muncullah yang disebut gerakan feminisme, dengan…
Perjalanan Hati
Seorang lelaki di fajar kehidupan duduk di atas balkon rumahnya yang sepi. Ia melihat langit ditaburi bintang – bintang gemerlapan diselimuti gelap langit malam. Rona wajahnya merefleksikan kisah – kisah hidupnya yang kemudian menjadi warna – warna dalam pikirannya Kemudian untuk sejenak, ia melihat gambar seorang gadis yang selalu tersimpan rapi di tas kerjanya. Gambar gadis itu untuk sejenak, membawa…


