Keseharian

Perjuangan Masih Jauh

Khoirunnas Anfa’ahum Linnas

Sebaik – baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya

Setahun lebih bekerja, seperti ada yang kurang. Apa yaa..? mungkin idealisme. Dulu sewaktu mahasiswa, memang orang cenderung kritis, namun begitu bekerja, kok sepertinya kritisme itu lama – lama kok hilang. Entah karena kesibukan bekerja, atau sudah masuk ke dalam zona aman ya? Hm.. saya ga tahu pasti.

Tapi itu sepertinya yang saya khawatirkan, karena seperti yang pernah Albert Einstein katakan

Dunia ini tempat yang berbahaya untuk ditinggali, bukan karena orang – orangnya yang jahat. Namun karena orang – orangnya yang tidak perduli

Jumlah penjahat, maling, garong, bahkan koruptor saya yakin presentase-nya sangat kecil, jika kita mau membandingkan dengan keseluruhan masyarakat indonesia. Masih banyak orang baik di Indonesia, saya yakin akan hal itu. Namun yang membuat berbahaya dunia ini bukanlah orang – orang jahat yang jumlahnya sedikit itu. Namun orang – orang yang tidak perduli dengan lingkungannya. Karena akibat orang – orang tidak perduli inilah akhirnya para garong – entah garong dalam skala kampung atau skala nasional – bisa bebas menjarah, memiskinkan masyarakat yang harusnya mereka tidak perlu menjadi miskin..

Bagaimanapun, mau tidak mau kita ikut bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Kita mungkin ikut turut menanggung dosa – dosa ini. Karena sesuatu hal terjadi tidaklah pernah terjadi secara berdiri sendiri.

Seperti halnya ketika kita melihat berita di TV tentang orang yang melakukan bunuh diri. Oke, bunuh diri itu dosa. Dia bersalah karena telah  merebut hak Tuhan untuk mengakhiri hidup seseorang. Tapi darimanakah datangnya “kesalahan” dan “bunuh diri” itu? apakah memang karena iman-nya lemah? Kenapa iman-nya lemah? Apakah karena kurang pendidikan? Kenapa ia kurang pendidikan? Apakah karena miskin? Kenapa ia miskin? apakah karena takdir, ataukah karena malas? atau apakah karena dimiskinkan oleh suatu sistem?

Benar – benar kita harus mengembangkan kerangka berpikir yang luas, struktur, historis tentang suatu kejadian. Mencuri itu memang bersalah, namun apa yang melatarbelakangi seseorang mencuri itu juga harus diketahui, ditelusuri sehingga diketemukan akar permasalahannya. Selama ini kita hanya sibuk mengurus hal – hal yang bersifat permukaan, namun tidak pernah menyentuh esensi dari setiap permasalahan.

Saya merasa bertanggung jawab, terhadap semua yang terjadi di sekitar saya, setiap malam saya berpikir – pikir tentang apa yang bisa saya lakukan. Maka saya lakukan apapun – sebisa saya, semampu saya, seikhlas saya – yang mungkin terlalu remeh jika saya tuliskan disini.

Baru saja, saya mendaftarkan diri menjadi anggota  di sebuah Organisasi Masyarakat. Alhamdulillah keanggotaan saya diterima. Namun belum dapat kartu anggota, belum tahu apa – apa. Belum berjuang. Perjuangan masih jauh..

Tagged ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.