Bingkai Kata, Novel

Proxima Centauri (Bagian ke – 6)

“Tapi ada satu hal  dari kamu yang sekarang sudah berubah” “Apa itu?” tanyaku penasaran. “Dulu kamu tuh anak kecil yang jahil, dekil but now… you are pretty hunky..” Jawab Kiran singkat, sembari ia memandangi jalan ibu kota melalui kaca jendela mobil, kemudian sesaat ia menatapku sembari tersenyum. Aku kebingungan harus merespon jawaban tak terduga itu. Tak biasanya aku dipuji seperti itu oleh seorang wanita.…

Continue Reading

Bingkai Kata, Novel

Proxima Centauri (Bagian ke – 5)

“Oh iya,  Kamu dari tadi di sini ya?  Mengapa tak langsung menghampiriku ke mejaku di sebelah sana? “ “Oh, Maaf, aku kira kamu sedang menunggu seseorang. Jadi aku merasa tidak enak bila mengganggu” “Ah, sudahlah. Menyebalkan memang. Lain kali saya tidak mau lagi bertemu dengan dia. Dua jam! Coba bayangkan, dua jam! Dan dia tak kunjung datang.” Kimya-pun menggerutu, sembari menahan kesal. Melihat Kimya…

Continue Reading

Bingkai Kata, Novel

Proxima Centauri (Bagian ke – 4)

Sampai suatu masa takdir mempertemukan aku dan Kimya di sebuah ruang dan waktu. Suatu takdir di sebuah gerbong kereta api yang melaju.  Sebuah takdir yang telah Tuhan rencanakan sebelum Dia menciptakan alam semesta ini. Sebuah takdir pertemuan yang  mengubah hidup seorang laki – laki untuk selamanya. Sebuah pertemuan yang menerobos tidak hanya batas satuan fisika, namun juga jarak hati antara manusia. Mengapa…

Continue Reading

Bingkai Kata, Novel

Proxima Centauri (Bagian ke – 3)

“Kau meminjami aku sebuah buku, yang masih kusimpan hingga kini. Buku yang berjudul ‘Sejarah Singkat Waktu’ tulisan Stephen Hawking. Sebuah buku tentang fisika, namun tidak memilliki rumus matematika apapun di dalamnya selain e=m.c2. Sebuah rumus tentang kesetaraan antara massa dan energi. Bahwa massa yang kecil dapat diubah menjadi energi yang luar biasa besar”. “Aku menemukan engkau menyelipkan satu lembar kertas dengan tulisan tanganmu di dalam…

Continue Reading

Bingkai Kata, Novel

Proxima Centauri (Bagian Ke – 2)

Pasti senyum itu sudah memikat banyak hati laki-laki sekaligus mematahkannya di saat yang sama. Terlebih lagi, nampaknya  kau sudah memiliki kekasih. Bagaimana mungkin gadis secantik kau tidak ada yang lelaki yang mengejar -ngejar. Pasti banyak lelaki yang berlomba – lomba ingin menawan hatimu. Pasti laki – laki itu istimewa-kan? Tentu saja. Tidak seperti aku yang sering  tak memiliki cukup nyali mendekatimu. Harusnya kusampaikan padamu saat itu,…

Continue Reading

Bingkai Kata, Novel

Proxima Centauri (Bagian Ke – 1)

Kita duduk sedekat ini, malam ini, di bangku taman, disaksikan pohon palem, dan lampu – lampu redup ibu kota. Kau dan aku terpisah hati di beberapa sentimeter ruang udara. Ruang udara yang membuatku bertanya. Mengapa tidak sedikit lagi kita singkirkan sisa ruang ini untuk sementara waktu mengisinya dengan cerita – cerita, dengan kisah apa yang terjadi hari ini, dengan apa…

Continue Reading

Bingkai Kata

Kisah Sebatang Coklat

Perkenalkan, aku adalah sebatang coklat yang dijual di toko manisan di sebuah ujung jalan. Hampir setiap hari, toko ini ramai didatangi pengunjung yang lalu – lalang, entah untuk untuk sekedar melihat – lihat ataupun membeli sebatang – dua batang coklat dari tokoku. Namun ada pemandangan yang tak biasa hari ini,, sedari tadi kuperhatikan,  ada seorang pemuda gelisah mondar – mandir di toko…

Continue Reading

Bingkai Kata, Keseharian, Perenungan

Kita Tak Sendiri dalam Panah Waktu

Sebagaimana teori Dirac, setiap zarah memiliki anti zarah-nya, yang bila mereka bertemu, akan saling menghilangkan. Ketika positron dan elektron bertemu dalam sebuah ruang waktu lalu teranihilasi menjadi kilatan cahaya? Apakah takdir yang mempertemukan mereka? Ataukah semata kebetulan dari hitung-hitungan probabilitas kita? Apakah positron sengaja mencari elektronnya? Ataukah sebaliknya, elektron yang menemukan positronnya? Atau mereka berdua bertemu begitu saja, dalam ruang waktu buatan Tuhan? Hidup…

Continue Reading

Sosial Politik

Negeri “Tinggal Landas” Republik Indonesia

Pelaut yang handal tidak dilahirkan di laut dengan ombak yang tenang, namun di samudera yang penuh dengan gelombang. Inilah pepatah yang benar – benar dipegang oleh pemerintahan negeri ini. Mereka, para penentu keputusan, benar – benar paham, bahwa keadaan yang adem ayem layaknya negeri uttara kuru dalam kitab Mahabarata, tidak akan menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan tangguh.…

Continue Reading

Sosial Politik

Tamu Adalah Raja

Konon, negeri ini adalah negeri yang merdeka, negara dengan kedaulatan hukum yang dijunjung – junjung tinggi, tidak boleh satu negara atau siapapun mengintervensi, bahkan iblis dan malaikat jangan main – main dan ikut   campur dalam keputusan hukum di negeri ini. Walaupun langit akan runtuh, hukum mestilah ditegakkan. Jangankan masalah eksekusi mati terpidana narkoba, masalah siapa yang jadi Presiden, itu…

Continue Reading