Yang saya tuliskan ini bukanlah dongeng ataupun kisah film. Semua ini benar – benar sungguh terjadi. Tapi sebelum saya lanjutkan tulisan ini, saya menyarankan anda untuk tidak melanjutkan membaca tulisan ini, jika anda merasa sudah tahu banyak, dan tidak sebegitu perduli bahwa selalu tentang kemungkinan bahwa yang kita ketahui ternyata keliru. Tapi bagaimanapun, anda tetap tidak berkewajiban mempercayai tulisan ini,…
Kategori: Sosial Politik
“Biso Rumongso”
Saya lahir dan dibesarkan di sebuah kota kecil di Provinsi Jawa Timur. Lahir di lingkungan jawa yang kental dan kuliah di Yogyakarta, mungkin membuat saya membawa nilai – nilai budaya jawa hingga besar sampai sekarang. Di pemikiran saya, sebagai orang jawa, entah ini apa hanya perasaan saya saja atau sampeyan yang bukan jawa juga merasakannya: Adalah saru (tabu/ngga pantes) jika…
Manusia Tanpa Hak
Manusia – manusia modern berteriak-teriak memperjuangkan yang disebut kebebasan, memperjuangkan yang mereka sebut dengan hak asasi dan demokrasi. Meyakini seyakin – yakinnya bahwa ia sangat bebas untuk menentukan pilihannya dan nasibnya sendiri. Hingga kemudian aturan konstitusi dasar di-amandemen, dengan memperbanyak pasal – pasal tentang Hak Asasi Manusia. Lantas dengan dalih hak asasi pula kemudian, muncullah yang disebut gerakan feminisme, dengan…
Kembalilah ke Kartini-mu Yang Sejati
Selamat Pagi. Baru kali ini saya kembali aktif mengisi blog saya ini, setelah terbengkalai beberapa bulan. Maklum, kini lebih aktif di micro-blogging twitter, jadinya blog ini agak terbengkalai 🙂 Memperingati Hari Kartini, saya ingin sekedar berbagi tentang sosok Kartini. Tulisan ini hanya melengkapi #kultwit saya kemarin malam tentang topik yang sama, silahkan disimak di sini . Profil singkat Kartini bisa…
Mana Yang Boleh Dijual, Mana Yang Tidak
Jika kita ingin suatu peradaban yang bener, kita harus tahu, tentang apa – apa yang pantas untuk diperdagangkan, dan apa – apa yang tidak boleh atau tidak pantas untuk diperdagangkan. Kehancuran bangsa ini disegala bidang karena tidak lagi bisa membedakan mana yang boleh dan mana yang harusnya tidak diperdagangkan. Ambil contoh ketika pasien berobat, pasien harus membayar sejumlah biaya, karena…
Nasionalisme Taklid “Komodo”
Akhir – akhir ini marak, pemberitaan soal komodo yang masuk sebagai salah satu nomine 7 Keajaiban Dunia Baru oleh New 7 (Seven) Wonders of Nature (atau saya singkat saja N7W) tentu membuat bahagia. Setidaknya, akan ada satu lagi kekayaan Indonesia yang mendapat pengakuan dari dunia internasional. Maka, ramai-ramai publik figur, mulai dari artis hingga para pejabat menyerukan agar bangsa Indonesia menunjukkan nasionalismenya…
Nation Character Building – Bagian 2
Marilah kita tengok, bahwa sebenarnya bangsa ini memiliki falasafah yang sangat bagus sekali, Sila Pertama dalam Pancasila berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa. Falsafah tersebut menjiwai semuanya. Kalau diterjemahkan dalam prespektif Islam artinya Lailahaillah, kalimat ini harusnya tidak hanya menjadi ucapan saja namun juga harus menjelma menjadi pergerakan ataupun pemikiran. Jadi gerakan apapun kalau tidak didahului dengan Ketuhanan yang Maha Esa…
Nation Character Building – (Bagian 1)
Bung Karno: Nation Character Building Seperti yang dahulu Bung Karno pernah katakan, dalam tahap awal, yang pertama-tama harus dibangun oleh negara ini adalah karakternya, ya, Nation Character Building. Intisari pokok mandat yang diterima Bung Karno waktu itu dari MPRS adalah membangun bangsa dari kemorosotan jaman kolonial untuk dijadikan bangsa “berjiwa” yang dapat dan mampu menghadapi semua tantangan. Suatu bangsa yang…
Konflik Dipo Alam dan Netralitas Media
“Ada koran dan televisi yang setiap menit dan jam memberitakan soal keburukan, sampai gambarnya diulang-ulang setiap hari lalu menyebut pemerintah gagal sehingga terjadi misleading di masyarakat. Itu kan salah, boikot saja,” pernyataan Dipo Alam, di sela-sela jeda rapat pematangan rencana induk percepatan dan pembangunan ekonomi 2025 di Istana Bogor, Senin (21/2) silam ini menjadi mula konflik antara Dipo Alam…
Pion – Pion (lagi) yang Harus Jadi Korban
Malam itu usai kerusuhan, dua jasad yang ditemukan di sekitar Terminal Peti Kemas Pelindo IV diketahui sebagai personel Satpol PP DKI Jakarta bernama Soepono (40) dan Tajuddin (25) ditemukan dengan kondisi tubuh mengenaskan dipenuhi puluhan luka bacok dan lemparan batu. Seragam dinas satpol PP juga masih melekat di tubuh mereka. Tubuh kedua pria tersebut dibiarkan tergeletak selama hampir empat jam.…



