Perenungan

Sepuluh Tahun Bersitensis

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Saya membuka tulisan saya dengan kutipan Pramoedya Ananta Toer, sastrawan Indonesia, asal Blora yang dilahirkan 92 tahun silam. Meskipun jasad mas pram (panggilan akrab Pramoedya Ananta Toer) telah mengalami transformasi menyatu  ke alam, namun karya dan…

Continue Reading

Keseharian, Perenungan

Hidup Sekali Menyenangkan

Bulan November tentu berarti bagi saya dan blog ini. Per tanggal 26 nanti, genap sudah 10 tahun setidaknya blog ini ada. Saya mulai aktif blogging dan membuat posting pertama saya pada tahun 2007 di semester pertama saya kuliah. Inilah media hiburan saya di sela kesibukan aktivitas saya kuliah, sekedar menuliskan apa yang saya sedang pikirkan, apa saja. Jika kau bukan anak ulama ataupun…

Continue Reading

Sosial Politik

Sumpah Pemuda Inlanders

Sudah 72 Tahun indonesia merdeka. Bebas menentukan nasibnya sendiri. Setara di dalam pergaulan internasional. Hidup berbhineka sudah lama dilakoni bangsa indonesia tanpa ada masalah yang berarti. Dalam sumpah pemuda kita semua berjanji bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjujung tinggi bahasa  yang satu. Meskipun isu rasialisme tiba – tiba mengemuka akhir – akhir ini. Sentimen pribumi dan non pribumi muncul, entah siapa…

Continue Reading

Perenungan, Sosial Politik

Jangan Bersumpah (Lagi) Pemuda

Di mata media massa, juga media sosial. Setiap bulan akan memiliki tema yang siap untuk selalu diulang – ulang. Setelah ramai pembicaran komunis di bulan september. Kini beranjak ke bulan oktober dengan topik yang berbeda. Meskipun pembicaraan yang diulang – ulang itu tidak pernah tuntas untuk dibahas. Kebanyakan karena memang niatnya bukan untuk mempelajari, tapi hanya menjual berita. Komunisme misalnya,…

Continue Reading

Bingkai Kata

Tulisan Senja

Matahari bergerak terbenam di ujung barat. Langit – langit bermain dengan warna jingga. Siang kini telah menjadi senja, Sementara aku dan nafasku  menulis kata ini untukmu. Kasih, dunia ini dipenuhi ketidaktahuan. Sebentar lagi malam tiba. Bayang – bayang gelap menyelimuti. Di depan, belakang, kiri, dan kanan. Semua akan gelap.  Kita sama tak tahu. Yang tersisa darinya hanyalah percaya. Hanya itu…

Continue Reading

Perenungan

Bertahan Hidup dengan Kopi

Sudah menjadi kebiasaan saya di setiap pagi untuk menyeduh beberapa ratus mililiter kopi lalu mengisinya ke dalam wadah travel pres – semacam termos, khusus kopi dan teh yang dilengkapi alat untuk menekan ampas agar tidak ikut terminum saat dinikmati. Dulu, sebelum saya pindah kantor, saya membuatnya di kantor, namun karena sekarang saya lebih sering bekerja di tempat klien which is,  dispensernya…

Continue Reading

Bingkai Kata

Kereta Terakhir

Jarum jam dinding di stasiun berputar pelan menuju angka Sebelas. Sebentar lagi kereta komuterline terakhir untuk malam ini tiba. Namun stasiun masih belum juga sepi,  seakan masih enggan untuk beranjak tidur meski malam sudah larut. Menemani hilir mudik mereka  yang bergegas pulang malam itu. Setiap penumpang yang menunggu kereta terakhir, sudah pasti dalam kondisi kelelahan, setelah seharian berjuang menjalani hidupnya…

Continue Reading

Perenungan

Bukan Pada Hasilnya

Kita lahir dari jabang bayi yang masih merah, dihadapkan pada Dunia yang ramai. Mulai dari belajar merangkak, berjalan, terjatuh lalu bangun lagi. Terjatuh, lalu bangun lagi. Mulai beranjak remaja kita mulai mengenal berbagai macam bentuk kesenangan. Namun disaat yang sama kita juga mengetahui bahwa kita harus bersedia melakukan hal yang tidak kita senangi, karena itulah yang baik. Semua kita menyukai…

Continue Reading

Perenungan, Sosial Politik

Sarjana To be

Setiap orang tua selalu ingin menyekolahkan anaknya setinggi – setingginya. si anak harus lebih baik daripada orang tuanya. Jangan menjadi orang kecil seperti mereka yang tidak tentu perbulan dapat berapa. Begitulah jika ditanya kepada setiap orang tua, mengapa mereka bersedia banting tulang lebih keras demi menyekolahkan si buah hati. Itu saja  tidak cukup, jika bisa, dan mampu secara finansial, tidak…

Continue Reading

Perenungan, Sosial Politik

Negeri Para Pegawai (Negeri)

Sebuah pesan whatsapp masuk di nomer ponsel saya. Ah, ternyata isinya adalah chat dari seorang teman, yang membagikan informasi tentang  adanya pembukaan penerimaan pegawai negeri sipil yang kabar – kabarnya akan dibuka di bulan agustus nanti. Saya membalasnya langsung dengan  ucap terimakasih, meski  saya bukan salah satu orang yang berkeinginan untuk mendaftar. Tapi toh, saya rupanya hanyalah segelintir minoritas dari…

Continue Reading