Kita lahir dari jabang bayi yang masih merah, dihadapkan pada Dunia yang ramai. Mulai dari belajar merangkak, berjalan, terjatuh lalu bangun lagi. Terjatuh, lalu bangun lagi.
Mulai beranjak remaja kita mulai mengenal berbagai macam bentuk kesenangan. Namun disaat yang sama kita juga mengetahui bahwa kita harus bersedia melakukan hal yang tidak kita senangi, karena itulah yang baik. Semua kita menyukai manis. Namun pahit terkadang diperlukan untuk penyembuhan,
Kemudian kita sampai pada kesimpulan bahwa Kedewasaan seseorang berarti adalah kematangan akal dimana ia bersedia melakukan sesuatu bukan lagi atas pertimbangan suka atau tidak suka. Namun apakah itu baik atau tidak. Karena perjuangan, selalu mensyaratkan kesediaan untuk melakukan apa yang sebenarnya tidak disukai. Atau tidak melakukan apa yang sebenarnya disukai .Kedewasaan berarti belajar untuk bisa lebih besar dari kesenangan ataupun kesedihan.
Bagaimanapun perjuangan tidak akan pernah sia- sia. Apapun hasilnya. Dia akan membuatmu semakin dewasa dari hari ke hari. Minggu ke minggu. Bulan ke bulan. Tahun ke tahun.
Maka jika usaha telah ditunaikan. Bersegeralah kita mengerjakan usaha yang lain. Namun jangan lupakan bahwa
Waila rabbika fairghab
Hanyalah kepada Rabb, Sang Pengasuh, kita semua berharap. Allah akan menilai ketulusan perjuangan kita, bukan pada hasil akhirnya.