Bulan November tentu berarti bagi saya dan blog ini. Per tanggal 26 nanti, genap sudah 10 tahun setidaknya blog ini ada. Saya mulai aktif blogging dan membuat posting pertama saya pada tahun 2007 di semester pertama saya kuliah. Inilah media hiburan saya di sela kesibukan aktivitas saya kuliah, sekedar menuliskan apa yang saya sedang pikirkan, apa saja.
Jika kau bukan anak ulama ataupun raja, maka menulislah
Imam Ghazali
Hiburan? Ya, hiburan. Pengertian saya tentang hiburan bisa jadi 180 derajad berbeda dengan pengertian hiburan bagi banyak orang. Kebanyakan orang terhibur dari jenuhnya rutinitas produktif dengan melakukan aktivitas non-produktif yang sering disebut rekreasi, piknik ataupun refreshing. Bagi saya, kegiatan rekreasi haruslah bersifat produktif. Pun begitu sebaliknya, kegiatan produksi, haruslah bersifat menyenangkan dan rekreatif. Maka jika sudah begitu, tidak ada kata lelah. Tidak ada istirahat. Yang ada hanya perpindahan satu aktivitas produktif yang menyenangkan, ke aktivitas produktif yang lain
Maka saya sendiri, sering gagal memahami jika sebegitu banyak orang rela menyisihkan uangnya bahkan dibela-belain nabung dari jutaan hingga belasan juta untuk kegiatan yang disebut rekreasi dalam bentuk travelling, jalan – jalan. Saya teringat dengan channel grup band Letto pada acara MbelShow. Saya sangat sependapat dari apa yang pernah dikatakan mas patub, bahwa menabung untung sekedar travelling adalah menabung kesia-siaan.
Saya mengakui bahwa saya adalah seorang tuna wisata, yang tidak paham dan gagal menikmati arti dari sebuah kunjungan wisata. Jikapun saya nampak bersedia ikut travelling ataupun jalan – jalan dari ajakan teman – teman, itu semata – mata saya menghargai dan menikmati kebersamaan dengan mereka, namun bukan pada travellingnya. Mungkin itulah kelemahan saya, jika itu bisa disebut kelemahan.
Namun apakah aktivitas yang saya jalani itu membosankan? Tentu bisa jadi relatif. Bagi seseorang berdiam diri jauh dari keramaian itu membosankan, tapi bagi yang lain bisa jadi itu kebalikannya. Kecenderungan masing – masing orang memang berbeda, dan itu adalah keunikan yang patut disyukuri. Namun banyak yang gagal untuk memahami itu, mereka yang lebih suka berdiam diri di dalam kamar biasanya akan distempeli ansos alias anti sosial. Padahal bukan begitu. Anti sosial tidak terletak padakah kecenderungan kesukaan berdiam diri di dalam rumah atau di keramaian. Tapi pada rasa perduli seseorang pada lingkungannya. Dan itu bisa terjadi pada siapa saja.
Ya, menulis di blog, membaca, dan kadang ngoprek beberapa perangkat embedded adalah satu dari sekian hiburan untuk mengisi waktu luang dari aktivitas rutinitas pekerjaan yang juga harus saya cari sisi menyenangkan darinya. Maka tidak boleh ada satupun hal dari hidup yang kita jalani bersifat tidak menyenangkan. Hidup sekali haruslah menyenangkan. Tapi senang atau tidak sesuatu yang kita jalani bukan terletak pada sesuatu itu, tapi dari sikap dan cara berpikir kita pada sesuatu itu.