Perenungan

Kini, (Semoga) Ramadhan Memasuki Kita

Takbir berkumandang bersahutan memenuhi langit malam ini. Sebagai tanda masuknya bulan syawal. Dan berakhirnya Bulan Ramadhan. Orang – orang berpawai, berkendaraan, tumpah ruah di jalanan, merayakan sebuah kemenangan. Sementara saya masih menyepi di kamar sendiri, merenungi, tentang  satu bulan puasa yang telah dilakoni. Apakah saya termasuk golongan orang – orang yang disebutkan nabi sebagai Berapa banyak orang berpuasa yang tidak…

Continue Reading

Sosial Politik

Kita Bagian dari Sistem Transportasi Indonesia Yang Payah

Dalam tulisan saya sekitar satu tahun yang lalu, saya sempat membahas tentang fenomena dari konflik ojek online dan transportasi lokal yang sudah lebih dulu berpuluh -puluh tahun hadir. Namun akhir – akhir ini isu tersebut kembali mencuat lagi. Konflik angkutan umum dengan ojek online di beberapa daerah, seperti Malang, Jogja, Bandung, Tangerang. Juga pemberlakuan revisi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No.32 Tahun 2016. Peraturan tersebut…

Continue Reading

Keseharian

Puncak Prestasi

Tidak terasa, (padahal kerasa banget) empat bulan nglaju Jakarta Tangerang bolak-balik  menjadi seorang komuter. Beberapa tahun yang lalu, saat masih di kantor yang lama, saya juga sering sih, bolak balik jakarta tangerang. Meskipun ngga setiap hari. Dulu, pilihan transportasi yang saya gunakan adalah bus, karena itu moda yang paling dekat dengan kosan saya,  sekitar 200 meter untuk nyegat, sementara stasiun kereta api berjarak setidaknya 10 km.…

Continue Reading

Keseharian

Jatuhnya Utsmaniyah: Perang Besar di Timur Tengah

Buku yang memiliki judul asli The Fall of Ottomans: The Great War in The Middle East berisi 563 halaman, hampir semuanya saya baca saat perjalanan nglaju saat di komuterline. Saya tidak tahu apa pertimbangan dari si penterjemah yang kemudian meliterasikan judulnya ke dalam bahasa Indonesia menjadi The Fall of  The Khilafah. Mungkin, nama ‘khilafah’ lebih menjual dan menarik minat dibandingkan versi aslinya…

Continue Reading

Keseharian

Ritme Baru

Halo. Lama ya tidak update lagi blog ini. Saya sedang berusaha untuk menghilangkan rasa malas untuk menulis lagi, Sayang saja, sudah hampir 9 tahun blog ini ada – menemani saya  mulai dari awal masuk kuliah hingga kini berkerja secara profesional di tahun ke 6, masa harus berhenti sekarang? Apa kabar? Kabarku? baik.. sudah hampir satu bulan ini saya pindah kerja, kini…

Continue Reading

Bingkai Kata, Keseharian

Aku Tak Sanggup Menulis

Apa itu kata?  nama – nama, bahasa yang diucapkan manusia? Siapa yang pertama kali menemukannya? Apakah manusia harus berkata untuk bisa dipahami? Mengapa tidak mempelajari saja kedalaman hati? Ketika keheningan lebih menyentuh ufuk batin. Ketika kesunyian mengajarkanmu bahasa yang lebih sejati. Seorang bijaksana mengajarkan bahwa kata sejati adalah apa yang terdetak di dalam hati. Bahasa yang terucap lisan sekadar perantara. Sedangkan…

Continue Reading

Keseharian

Mengalami Hidup

Masih di hari (me)libur(kan diri), sehingga agak kurang kerjaan  oleh karena itu tumben – tumbenan bisa posting seminggu hingga sampai beberapa kali. Di kampung halaman memang tempat yang nyaman untuk beristirahat sejenak dari kumuh udara kotor ibukota. Sekaligus tempat yang tepat untuk menata hati kembali sebelum memulai rutintas lagi. Meskipun kalo ngomongin kampung halaman saya pernah nyeletuk 

Keseharian

Mengikat Ilmu

Saya membuat tulisan ini di kampung halaman, di kediri. Hari ini dan beberapa hari kedepan, setidaknya bagi saya, masih merupakan hari libur, meskipun besok terutama bagi banyak orang sudah merupakan hari kerja, hari dimana mereka memulai  rutinitas. Sedangkan saya, baru mendapatkan tiket kereta di hari selasa, jadi mau gak mau harus ngambil cuti, alasan yang dibuat – buat sih hehehe :mrgreen:, penyebab sebenarnya karena harga tiket yang…

Continue Reading

Keseharian

Berguru Pada Debu

Debu yang bertebangan itu. Di jalan setapak ini. Pernahkah kita barang sesaat memperhatikannya. Maka,  Sekali saja, disamping kesibukan ini. Cobalah duduk dan merenung sejenak, lalu berguru pada sebutir debu Debu – debu yang penuh dengan keikhlasan menjalani takdir sejatinya. Apa kita pernah mendengarkan dengan telinga kita, keluh kesah darinya?

Sosial Politik

Negeri Sabar Dan Syukur

Di Negera Syukur Republik Indonesia. Rakyat begitu murah hati. Meskipun telah menyetorkan sejumlah uang yang disebut “pajak” kepada pemerintahnya. Mereka juga masih harus rela meluangkan waktunya – yang seharusnya digunakan untuk bekerja mencari nafkah- untuk berdesak-desakan antri melaporkan SPT kepada petugas pajak yang duduk manis di kantornya. Para akademisi dan pengamat sosial politik di negara seberang tak akan mampu memahami fenomena…

Continue Reading