“Alasan” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia didefinisikan sebagai dasar bukti (keterangan) yang dipakai untuk menguatkan pendapat (sangkalan, perkiraan, dsb). Terkadang kata Alasan dipakai dengan konotasi negatif, yaitu ketika seseorang mencari pembenaran terhadap sesuatu yang dilakukan meskipun itu sebenarnya perbuatan itu salah. Jadi mencari – cari alasan, biasanya dikonotasikan sebagai perbuatan yang negatif. Namun, sebenarnya mencari – cari alasan bisa juga menjadi…
Sembunyi – Sembunyi
Sembunyi – sembunyi, ku lewati jalan sunyi ini . Tanpa seorangpun tahu, tiada satupun perduli. Sendirian kulewati jalan-jalan setapak ini sepenuh hati. Tanpa seorangpun mengerti, tiada satupun yang memahami. Menyusuri taman-taman hingga padang gersang sepi Mereka yang melihat hanya sanggup tersenyum atau mencaci. Tak buatku sedikit bersenang atau membenci. Karena tujuan hanya satu, dan untuknya aku masih disini.
Dua Puluh Delapan
Dua puluh delapan kali ku saksikan siklus matahari, namun belum kutemukan apa yang dibicarakan cahaya pada pagi. Masih belum sanggup kudengar suara -suara sejati Dua puluh delapan kali kukelilingi matahari, namun yang masih mampu kuhitung hanya waktu. Kuhitung hari, kuhitung minggu, kuhitung bulan, kuhitung tahun, kuhitung windu, kuhitung abad, kuhitung jaman. Namun, masih tak mampu ku belajar pada kesetiaan. Aku berjalan…
Demokrasi (Fotokopi) Borjuasi
Entah mau bagaimana dunia mempercayai, namun saya meyakini, bahwa nenek moyang kita adalah bangsa dengan peradaban dan pengetahuan tinggi, entah itu dari sisi teknologi, politik atau sistem kenegaraan, namun entah kenapa, setelah sekian dekade, “civilization” oleh belanda, kita menjadi menganggap remeh nenek moyang kita, dengan mempercayai bahwa mereka adalah primitif, tanpa kemauan mempelajari sejarah dan budaya mereka. Lalu kemudian tiba…
Harus ku Jawab Apa?
Aku kebingungan dengan jari – jariku yang berada di depan papan ketik. Hendak menuliskan apa ? Terlalu banyak, yang berkumpul di otak, namun bukan sebagai kata, aksara, ataupun kalimat. Bukan, bukan itu semua. Lalu apa? Sebuah ingatan yang tidak bisa dimengerti oleh sekedar 26 abjad ciptaan manusia. Sejenak, kuamati, itu memang bukan kata, aksara, ataupun sesuatu yang bisa kutulis di…
Dongeng Semesta
Dulu, pada suatu masa yang lampau (sekitar sepuluh hingga dua belas miliar tahun yang lalu), ketika jarak antara galaksi – galaksi masihlah nol. Di situlah di mana waktu bermula. Pada masa dimana ledakan besar (Big Bang) terjadi, kerapatan alam semesta dan ketika kelengkungan ruang-waktu saat itu tak terhingga, yang menyebabkan perhitungan matematika menjadi buyar sebelum peristiwa ini. Ketika ledakan besar, alam…
Ketidakpastian Kita
Sebenarnya apa yang membuat manusia untuk terus hidup adalah kemampuan dan kesanggupanya untuk terus belajar. Dan semakin hari – semakin hari kita mulai memahami bahwa ‘ketidakpastian’ adalah unsur dasar dari kemakhlukan kita. Jika Tuhan itu Maha Pasti. Maka sifat dasar pada makhluk adalah ‘ketidakpastian’, bahkan hidup adalah ketidakpastian itu sendiri. Dalam dunia Fisika kita mengenal yang disebut dengan Kaidah ketidakpastian (uncertainty principle) Heinsenberg…
Paperless, Selamatkan Industri Eropa, Matikan Industri Nasional!
Malam ini, tidak seperti biasanya saya berencana begadang hingga pagi. Lho kenapa? ada kerjaan? lembur? Nggak juga sih, nggak ada apa- apa. Cuman besok pagi saya berencana mudik, dan untuk itu saya harus mengejar-ngejar flight pertama ke surabaya di jam 4.00 (ciee.. mengejar, tukang bakso kalik dikejar ) . Itung-itungan saya jika flight di jam segitu, berarti check-in di jam 3. Jika check-in di jam…
Menemukan Kembali Surga Yang Hilang
Atlantis berada di kawasan tropis pada zaman es Pleistosen, berlimpah sumber daya alam, seperti timah, tembaga, seng, perak, emas, berbagai macam buah – buahan, padi, rempah – rempah, gajah raksasa, hutan dengan berbagai jenis pohon, sungai, danau dan saluran irigasi. Demikianlah yang dikatakan Plato, seorang filsuf yunani, dalam karyanya Citeas dan Critias, menggambarkan tentang bagaimana kondisi atlantis. Sebuah surga yang disebut…
Sampai Nanti Liang Lahat
Tiba – tiba alarm berbunyi, mata masih sepet, dan waktu masih menunjukan pukul tiga pagi. Mata ini, saya paksa – paksa untuk terbuka. Setelah benar – benar yakin, semua nyawa saya telah menyatu . Maka saya buka kembali notebook untuk mulai belajar di pagi hari. memasak air untuk membikin satu cangkir kopi panas. Hah! belajar? Memangnya masih kuliah bung? atau…



