Perenungan

Ketidakpastian Kita

Sebenarnya apa yang membuat manusia untuk terus hidup adalah kemampuan dan kesanggupanya untuk terus belajar. Dan semakin hari – semakin hari kita mulai memahami bahwa ‘ketidakpastian’ adalah unsur dasar dari kemakhlukan kita. Jika Tuhan itu Maha Pasti. Maka sifat dasar pada makhluk adalah ‘ketidakpastian’, bahkan hidup adalah ketidakpastian itu sendiri.

Dalam dunia Fisika kita mengenal yang disebut dengan Kaidah ketidakpastian (uncertainty principle) Heinsenberg untuk Mekanika Kuantum. Dimana menurut kaidah itu jika kita melakukan pengukuran yang sama di sejumlah besar sistem yang sama, kita akan dapati bahwa hasil pengukuran itu adalah A di sejumlah kasus, B di dalam kasus-kasus yang lain dan seterusnya. Kita dapat memperkirakan berapa kali hasilnya akan A atau B tapi tak bisa memprediksi hasil pengukuran tertentu

Boleh kita bekerja keras, berencana sebaik – baiknya, namun kita tidak akan pernah punya privilige untuk menjamin kepastian akan hasil. Karena itulah etika kita ketika berjanji adalah mengucapkan kalimat “insya Allah”. Insya Allah,  adalah pernyataan ketidakmampuan kita untuk memastikan segala sesuatu, dan menyerahkanya hanya kepada Allah, Yang Maha Pasti.

Apa yang disebut sebagai baik, dan yang mana sebagai buruk, sebagian besar kita masih menginterpretasikannya berdasarkan apa yang menjadi rencana atau keinginan kita. Sesuatu bisa jadi baik, jika itu bersesuaian keinginan, dan keburukan adalah segala sesuatu yang diluar keinginan atau rencana. Padahal jelas, penafsiran adalah penafsiran yang  penuh dengan ketidakpastian dan relativisime

Jadi atas dasar ketidakpastian itulah, penilaian kita, kritik, penghakiman tetaplah harus dilandasi oleh keinsyafan kita akan keterbatasan dan ketidakpastian dari kemakhlukan kita. Selebihnya, keyakinan yang tak bisa ditawar-tawar adalah bahwa hanya Allah-lah yang Maha Kuasa dan Maha Mampu untuk menyelenggarakan penilaian yang sehakiki-hakikinya.

Ya, Satu – satunya jalan untuk kita hanyalah menyerahkan ketidakpastian hidup ini  kedalam kepastian Agung milik Tuhan. Islam berarti berserah, siapa yang menyerahkan diri-tidak-pasti-nya kepada Allah. Dialah Muslim.

Tagged

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.