Sembunyi – sembunyi, ku lewati jalan sunyi ini . Tanpa seorangpun tahu, tiada satupun perduli. Sendirian kulewati jalan-jalan setapak ini sepenuh hati. Tanpa seorangpun mengerti, tiada satupun yang memahami. Menyusuri taman-taman hingga padang gersang sepi
Mereka yang melihat hanya sanggup tersenyum atau mencaci. Tak buatku sedikit bersenang atau membenci. Karena tujuan hanya satu, dan untuknya aku masih disini.
Tuan-tuan, Hidup itu adalah mencari. Apa yang dicari dalam jaman kegelapan ini selain Cahaya tersembunyi. Tak usah tuan – tuan hirau, biarkan aku begini. Biarkan aku tak teramati di sudut – sudut kedalaman hati.
Bukankah itu keindahan? Keindahan ada pada setiap yang tersembunyi, sebagaimana kata – kata dalam puisi hanyalah jalan dari keindahan yang sebenar-benarnya ada tersembunyi di masing – masing hati manusia
Pun, ketika aku mencintaimu, sengaja ku sembunyi – sembunyikan ia dari kata-kata. Kutunjukan dengan hati dan perasaan. Sebagaimana kita sama pahami, kasih. Karena apa yang berasal dari hati, hanya sanggup dirasakan oleh hati.

