Keseharian, Perenungan

Hidup Sekali Menyenangkan

Bulan November tentu berarti bagi saya dan blog ini. Per tanggal 26 nanti, genap sudah 10 tahun setidaknya blog ini ada. Saya mulai aktif blogging dan membuat posting pertama saya pada tahun 2007 di semester pertama saya kuliah. Inilah media hiburan saya di sela kesibukan aktivitas saya kuliah, sekedar menuliskan apa yang saya sedang pikirkan, apa saja. Jika kau bukan anak ulama ataupun…

Continue Reading→

Perenungan, Sosial Politik

Jangan Bersumpah (Lagi) Pemuda

Di mata media massa, juga media sosial. Setiap bulan akan memiliki tema yang siap untuk selalu diulang – ulang. Setelah ramai pembicaran komunis di bulan september. Kini beranjak ke bulan oktober dengan topik yang berbeda. Meskipun pembicaraan yang diulang – ulang itu tidak pernah tuntas untuk dibahas. Kebanyakan karena memang niatnya bukan untuk mempelajari, tapi hanya menjual berita. Komunisme misalnya,…

Continue Reading→

Perenungan

Bertahan Hidup dengan Kopi

Sudah menjadi kebiasaan saya di setiap pagi untuk menyeduh beberapa ratus mililiter kopi lalu mengisinya ke dalam wadah travel pres – semacam termos, khusus kopi dan teh yang dilengkapi alat untuk menekan ampas agar tidak ikut terminum saat dinikmati. Dulu, sebelum saya pindah kantor, saya membuatnya di kantor, namun karena sekarang saya lebih sering bekerja di tempat klien which is,  dispensernya…

Continue Reading→

Perenungan

Bukan Pada Hasilnya

Kita lahir dari jabang bayi yang masih merah, dihadapkan pada Dunia yang ramai. Mulai dari belajar merangkak, berjalan, terjatuh lalu bangun lagi. Terjatuh, lalu bangun lagi. Mulai beranjak remaja kita mulai mengenal berbagai macam bentuk kesenangan. Namun disaat yang sama kita juga mengetahui bahwa kita harus bersedia melakukan hal yang tidak kita senangi, karena itulah yang baik. Semua kita menyukai…

Continue Reading→

Perenungan, Sosial Politik

Sarjana To be

Setiap orang tua selalu ingin menyekolahkan anaknya setinggi – setingginya. si anak harus lebih baik daripada orang tuanya. Jangan menjadi orang kecil seperti mereka yang tidak tentu perbulan dapat berapa. Begitulah jika ditanya kepada setiap orang tua, mengapa mereka bersedia banting tulang lebih keras demi menyekolahkan si buah hati. Itu saja  tidak cukup, jika bisa, dan mampu secara finansial, tidak…

Continue Reading→

Perenungan, Sosial Politik

Negeri Para Pegawai (Negeri)

Sebuah pesan whatsapp masuk di nomer ponsel saya. Ah, ternyata isinya adalah chat dari seorang teman, yang membagikan informasi tentang  adanya pembukaan penerimaan pegawai negeri sipil yang kabar – kabarnya akan dibuka di bulan agustus nanti. Saya membalasnya langsung dengan  ucap terimakasih, meski  saya bukan salah satu orang yang berkeinginan untuk mendaftar. Tapi toh, saya rupanya hanyalah segelintir minoritas dari…

Continue Reading→

Perenungan

Kini, (Semoga) Ramadhan Memasuki Kita

Takbir berkumandang bersahutan memenuhi langit malam ini. Sebagai tanda masuknya bulan syawal. Dan berakhirnya Bulan Ramadhan. Orang – orang berpawai, berkendaraan, tumpah ruah di jalanan, merayakan sebuah kemenangan. Sementara saya masih menyepi di kamar sendiri, merenungi, tentang  satu bulan puasa yang telah dilakoni. Apakah saya termasuk golongan orang – orang yang disebutkan nabi sebagai Berapa banyak orang berpuasa yang tidak…

Continue Reading→

Perenungan

Merayakan Kerugian dalam Kemegahan

Saya membuat tulisan ini pada malam tahun baru di tanggal 31 Desember 2015. Kira – kira hitungan jam lagi perhitungan kalender masehi masuk di tahun 2016. Seperti biasanya, kala malam tahun baru saya mengurung diri semalaman di kamar sendirian. Mengasingkan diri dari riuh rendah euforia manusia yang tumpah ruah ke jalanan. Berkumpul  menyalakan petasan dan kembang api yang membumbung ke angkasa. Saya…

Continue Reading→

Perenungan, Sosial Politik

Bacalah!

Sudah lebih dari satu bulan ini saya mendapat assignment untuk membantu mengerjakan sebuah project bersama anggota tim yang lain di salah satu bank nasional yang berlokasi di SCBD Jakarta. Tentu ini berarti mengubah sedikit banyak waktu kerja saya. Hampir tiap hari saya harus bolak balik Tangerang jakarta, bergelut dengan udara ibukota dan segala kemacetannya. Saya sering menghitung – hitung sendiri tentang waktu tempuh yang harus…

Continue Reading→

Perenungan, Sosial Politik

Logika Kulit Pisang

Beberapa yang membaca tulisan saya sebelumnya tentang Ojek Nasibmu Kini,  berkomentar bahwa tulisan saya tersebut seakan memberikan justifikasi  akan tindakan intimadasi ataupun kekerasan yang akhir – akhir ini marak dilakukan tukang ojek tradisional. Meskipun jika anda membacanya dengan penuh pemahaman saya yakin anda akan mengetahui bahwa maksud saya tidaklah demikian. Saya hanya hendak menyampaikan perimbangan pandangan, dari  suatu pandangan mainstream yang selama ini…

Continue Reading→