Keseharian

Mengikat Ilmu

Saya membuat tulisan ini di kampung halaman, di kediri. Hari ini dan beberapa hari kedepan, setidaknya bagi saya, masih merupakan hari libur, meskipun besok terutama bagi banyak orang sudah merupakan hari kerja, hari dimana mereka memulai  rutinitas.

Sedangkan saya, baru mendapatkan tiket kereta di hari selasa, jadi mau gak mau harus ngambil cuti, alasan yang dibuat – buat sih hehehe :mrgreen:, penyebab sebenarnya karena harga tiket yang lebih murah di hari selasa, dan lagi saya masih punya jatah ganti hari  libur karena telah bekerja overtime di hari yang lain.

Ngomongin masalah liburan, di path, instagram hingga facebook, beramai – ramai orang memposting aktivitas berliburnya di destinasi-destinasi wisata. Untuk apa? ya  untuk melepas penat dari aktivitas yang menguras energi di hari – hari kerja. Meskipun sebenarnya alasannya berlibur itu berasal dari asumsi bahwa aktivitas pekerjaan adalah kegiatan yang tidak disukai. Lalu bagaimana jika seseorang bekerja dari apa yang menjadi hobinya? Maka masihkah aktivitas bekerja itu menjadi sesuatu yang menguras energi? ataukah baginya bekerja adalah berlibur? dan berlibur itu juga bekerja?

Saya sendiri termasuk orang yang entah kenapa (saya tak tahu apakah ini harus disebut sebagai anugerah atau kutukan) – semacam rasa tahan yang luar biasa besar untuk duduk berjam – jam dalam kesendirian mengerjakan sesuatu yang kadang tidak dimengerti orang lain. Membaca buku, membuat program komputer, mempelajari banyak hal baru, hingga menulis blog. :mrgreen:

Pada liburan kali ini pun saya membawa Evaluation Board STM32F4 yang merupakan mikrokontroler 32 bit berbasis ARM Cortex – M3. Sebulan terakhir saya tertarik mempelajari mikrokontroler 32 bit ini, entah buat apa juga saya nggak paham. Saya sudah lulus dari kuliah, dan beginian ini bukan dari lingkup pekerjaan profesional saya, saya juga sudah lama pensiun dari  anggota tim robotik semenjak KRCI 2010. Tapi kenapa kebiasaan aneh ini selalu dibawa – bawa hingga sekarang?

13087703_10207233184401859_960125481567103708_n

Namun dalam hati, saya menaruh keyakinan,  bahwa apa yang saya pelajari ini kelak akan bermanfaat. Mungkin Allah memberikanku rasa ingin mempelajari  akan banyak hal, karena kelak suatu saat beranekaragam pengetahuan ini akan berguna. Entah kapan.

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya,

Kecenderungan orang yang banyak mempelajari sesuatu adalah makin banyak pula lupa, termasuk saya yang sudah mulai pikun ini 🙁 sehingga adanya tulisan itu penting.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Pramoedya Ananta Toer


Maka saya rasa tidak ada salahnya  jika saya membuat seri tulisan tentang 
Tutorial STM32 di blog sebelah Belajar Elektronika Yuk. Jika pembaca tulisan ini, (jaah ge er amat ada yang baca..) penasaran tentang mikokontroler  STM32, maka nggak ada salahnya menengok sebentar. Siapa tau bermanfaat 😉

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.