Sains dan Teknologi, Telematika

Online..

Online..online

Itulah penggalan lirik dari lagu berjudul Online yang dibawakan oleh Saykoji. Lagu tersebut memang menangkap dari realita hidup jaman sekarang – terutama yang sedang dialami anak muda. Rasanya hampir setiap hal yang ada dalam dunia ini bisa di – online– kan. Mulai dari layanan surat menyurat yang online, ngobrol online lewat YM, mIRC. Diskusi online via forum dan milis, hingga situs jejaring sosial semacam facebook, friendster, dan myspace.

Jika orang ingin bertransaksi membeli sesuatu, sekarangpun bisa dilakukan dengan duduk di depan komputer berakses internet. Kuliahpun, sekarang juga dapat dilakukan via dunia maya ini, begitupula melihat hasil ujianpun sekarang bisa dilakukan secara online Bahkan seandainya alam semesta mengijinkan, orangpun berharap bisa ke kamar mandi secara online

Dulu awal tahun 2000-an di kampung halaman hanya ada beberapa warnet, itupun dengan harga akses berkisar 4500 – 6000 perjamnya, sedangkan akses paling murah dulu di kantor Pos Besar yang menawarkan akses internet 3000 per jam-nya. Sekarang, sepertinya hampir di tiap jalan raya ataupun gang – gang padat penduduk terdapat warnet. Ponselpun serasa tak lengkap jika belum ada fasilitas GPRS-nya, apalagi setelah para operator beramai – ramai banting harga untuk layanan GPRS ini. Tidak menutup kemungkinan, suatu saat nanti – entah kapan – akses internet akan menjadi gratis.

Dunia online seakan – akan menjadi semacam dunia kedua yang hadir di kehidupan ini disamping dunia realita yang ada sekarang. Anak muda sekarang mungkin lebih sering berbuku-wajah (baca: ber-facebook-an) ria, apapun yang terjadi akan selalu di tuliskannya pada facebook. Mau makan, update status. Berangkat kuliah, update status. Bahkan kekamar mandi 5 menitpun juga diberitakan dalam status facebook.

Pertumbuhan era hiburan dan informasi online yang cepat dan deras membuat informasi apapun sampai kebelahan penjuru dunia hanya dalam hitungan menit, ataupun detik. Masihkan ingat peristiwa ledakan Bom Megakuningan beberapa waktu yang lalu? Kabar itu ( meskipun kabar yang beredar simpang siur) dengan cepat disampaikan oleh media mikroblog twitter dan situs jejaring sosia facebook – lebih cepat ketimbang media yang ada di televisi.

Semakin deras informasi yang masuk, maka semakin banyak pula yang harus dicerna. Sehingga kita kebingungan untuk mencerna ataupun menyeleksi, alhasil semua informasi – apapun itu, baik atau buruk tidak sempat dicerna dan masuk begitu saja ke pemikiran kita.

Akibatnya generasi muda sekarang menjadi generasi yang pinter -pinter. Hingga – hingga mereka menjadi lebih cepat sekali dewasa – jauh sebelum waktunya. Mereka bisa menjadi lebih kritis, cerdas, atau mungkin bisa saja menjadi pemalas, karena semuanya sudah bisa dilakukan di depan komputer.

Teknologi, bagaimanapun selalu saja seperti dua sisi mata uang. Tergantung bagaimana kita pandai – pandai memanfaatkannya. Atau jika tidak kitalah mungkin yang akan dimanfaatkan. Semoga saja tidak demikian 🙂

Tagged , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.