Dulu, belasan tahun lalu. Ketika awan masih berarak hangat. ketika angin masih menghembuskan harapannya pada bumi manusia. Tahukah kamu cantik, ketika itu, tatap matamu pertama kali menghujam, menembus jatungku. Seluruh yang tampak padaku hanyalah kamu. Nama-namamu menjadi hemoglobin darahku.
Isi waktu telah berlalu. Namun masih segar di pikiranku.Saat, memandang dirimu dari bangku belakang kelas kita. Pindah ke bangku depan demi didekatmu. Menjadi tengil sembari berharap perhatianmu.
Tiada beda, sekarangpun diriku masih demikian. Tiada apapun cinta wanita yang kucari melainkan cintamu. Ku menjalani hari – hari yang semakin angkuh sembari berharap suatu saat dapat melihat senyummu lagi. Menghujani tanah jiwaku yang telah lama kering. Menuntaskan dahaga rinduku padamu.
Aku ingin kamu tahu duh cantik. Ku rindu melihat senyumu. Ku rindu memanggil namamu. Ku rindu berbincang kepada waktu tentangmu. Kurindu bercengkrama kepada dingin tentangmu.
Memang, terlalu berlebih mengharapkanmu memandangku. Sudahlah, Engkau adalah seorang putri anggun, yang kecantikannya tidak akan pernah tertandingi oleh siapapun wanita di dunia ini. Sedangkanku? Tidak usah kau hiraukanku. Engkau ditakdirkan untuk bahagia di bumi dengan wangi semerbak. Tiada sedikitpun engkau boleh menderita di dunia ini cantik.
Sedikit, yang kamu perlu tahu manis, Disini, ada seorang lelaki yang selalu mencintaimu lebih dari dirinya sendiri, lebih dari setiap hari.


berkunjung sob..salam blogger
sukses selalu yah..
salam