Bingkai Kata, Keseharian, Perenungan

Duh Tuhan..

Belum – belum sudah sore, sebentar lagi malam. Belum- belum sudah berganti hari. Belum-belum matahari terbenam. Padahal belum apapun yang kuperbuat. Bagaimana duh Tuhan? Sebentar – bentar sudah pagi. Sebentar- bentar  sudah berganti hari. Sebentar – bentar berganti bulan. Sebentar – bentar berganti Tahun. Padahal belum ada perbaikan apapun yang kulakukan, Bagaimana duh Tuhan?

Bingkai Kata, Keseharian

Biarkan Saja..

Kemanapun aku berada, bayangmu selalu ada, dan menampakan diri di setiap penglihatan. Bersembunyi dimana lagi ku harus?Sedangkan di setiap persembunyian kau selalu temukanku. Kepada siapa lagi ku harus bertanya tentang semua? Kucoba bertanya pada angin malam, mereka hanya menjawab sepi. Ku berbicara pada langit malam, mereka juga menjawab sunyi.

Bingkai Kata, Keseharian

Semestinya..

Semestinya,  malam ini bisa menjadi malam istimewa sebagaimana yang terjadi di dalam mimpi – mimpiku selama  ini. Semestinya, malam ini engkau menemaniku dan menjadi penghibur hatiku, penawar penatku –  menghadapi pedih  hidup ini. Duh Kasihku, kumohon datangi aku dan jemputlah diriku ini. Aku akan menceritakan semua rindu yang kusimpan di dadaku padamu dengan kata -kata  yang mampu ku ucapkan. Jangan…

Continue Reading→

Bingkai Kata

Semua Mempunyai Siklusnya..

Duka, datang tak disangka, terjadi begitu saja seperti mimpi. Namun, Kepergian itu begitu terasa nyata. Ku inginkan ini hanya mimpi, dan ingin saja aku terbangun.. Sungguh, kepergian itu menusuk hati. Menembus jiwa sanubari. Menyesakan nafas. Derai air matapun menjadi percuma, karena ‘tak akan bisa membuatnya bahagia disana Perhatikan bulan sabit menjadi purnama. Purnamapun nanti diganti sabit.lalu begitu kemudian menghilang.. Semua…

Continue Reading→

Bingkai Kata, Keseharian

Aku Tidak Tahu..

Aku tidak tahu apakah diriku pembahagia ataukah penderita. Akupun tidak pernah mengerti apakah sebagai malaikat ataukah iblis. Rahasia selalu tersembunyi dibalik setiap malam yang mengerti benar arti semua rindu serta semua mimpi. Begitupula dengan kegundahan atau kesedihan, aku tak pernah berharap itu dikarenakanku. Dan mengenai tangis, aku serta merta tidak ingin membawanya ke siapapun jua. Duhai Tuhan penguasa malam –…

Continue Reading→

Bingkai Kata

Tidak Ada Yang Bisa Mengganti

Ketika awan – awan berkumpul – berpesta di tengah hiruk pikuk udara dingin kehidupan yang menusuk setiap sunsum. Ketika sang mentari tak mampu terlihat oleh debu padang pasir.  Ketika itu, langit – langit berselimut membuat sebuah pertunjukan untuk setiap pemikiran dan ideologi. Malam – malam masih menjadi saksi sebuah kata, sebuah mimpi yang masih saja membuat setiap orang terjaga saat…

Continue Reading→

Bingkai Kata, Keseharian

Elektron Hati

Kurasa berbeda kala memikirkanmu. Tiada perasaan berat yang membebani ataupun rasa gelisah yang menghantui. Hanya dirimu yang selalu ada mendinginkan segala panas dunia, segala sedih yang ada di hati dan segala dahaga yang ada di jiwa. Aku hanya berharap janganlah engkau bersedih ataupun bermuram hati. Karena siapa lagi yang mampu memberikan senyumnya dan bahagianya kepada diriku. Siapa lagi yang sanggup…

Continue Reading→

Bingkai Kata, Keseharian

Tulisan Untukmu

Sesuatu terlihat rumit ketika disayangi. Menjadi begitu detil untuk diperhatikan. Banyak sekali rasa yang harus dipahami dan terdapat sekian juta pikiran yang mau – tak mau membayangi batin ini. Sesuatu terlihat menyedihkan ketika sendiri. Tiada suatupun yang menemani meski hanya mimpi. Teman hanyalah sepi dan tangisan hati. Jiwa terasa sesak seakan tiada udara yang terhirup.

Bingkai Kata

Berharap

Ku hanya ingin berharap.. Ku hanya ingin menunggu hadir bayangmu kala hujan reda. Menceritakan mimpi – mimpi ketika waktu berhenti sejenak untuk kita. Sesuatu yang tidak akan pernah orang – orang di luar sana mengerti dan pahami meskipun hanya sekali. Karena jiwa, mimpi dan imajinasi mereka telah mati sama sekali.

Bingkai Kata, Keseharian

Bagaimana Mungkin..

Purnama malam ini, mengingatku padamu. Lembut sinarnya adalah lembutnya perilakumu. Indah cahayanya adalah indah jiwamu. Dan keelokannya ialah keelokan parasmu. Bagaimana aku harus melupakanmu, jika setiap partikel di sekitarku meperbincangkan keanggunanmu? Bagaimana mungkin aku bisa bersembunyi, jika sinar lembutmu menerangi seluruh arcapada ini? Dan bagaimana mungkin aku tidak akan menjadi gila jika setiap hariku selalu mengingat dirimu? Seorang gadis yang…

Continue Reading→