Kemanapun aku berada, bayangmu selalu ada, dan menampakan diri di setiap penglihatan. Bersembunyi dimana lagi ku harus?Sedangkan di setiap persembunyian kau selalu temukanku.
Kepada siapa lagi ku harus bertanya tentang semua? Kucoba bertanya pada angin malam, mereka hanya menjawab sepi. Ku berbicara pada langit malam, mereka juga menjawab sunyi.
Biarkan mereka tiada mengerti. Biarkan segala peristiwa cukup tersimpan di rongga dada. Jikapun aku titipkan semua yang kurasakan pada langit, niscaya langit akan memanggil mendung. Jikapun aku titipkan pada samudera, niscaya samudera memanggil gelombang. Jikapun aku titipkan pada udara, niscaya mereka juga akan memanggil badai.
Namun biarlah mendung perasaanku ini kusimpan dalam langit dadaku. Cukuplah gelombang gelisahku cukup kusimpan dalam samudera hatiku, Biarkan kusimpan badai duka ini dalam udara jiwaku.
Mungkin saja, engkau tak melihat. Itu mungkin saja. Namun Tuhanku yang Maha Melihat menjadi saksi aku disini sedang letih, bersedih dan duka, Mungkin saja, engkau tak mendengar, namun Tuhanku Yang Maha Mendengar, telah mendengarkan semua jeritan dari dalam jiwaku ini.
izin copy lagii ahh mas 🙂 makasiiiiih bangeett 🙂