Bingkai Kata, Keseharian

Semestinya..

Semestinya,  malam ini bisa menjadi malam istimewa sebagaimana yang terjadi di dalam mimpi – mimpiku selama  ini. Semestinya, malam ini engkau menemaniku dan menjadi penghibur hatiku, penawar penatku –  menghadapi pedih  hidup ini.

Duh Kasihku, kumohon datangi aku dan jemputlah diriku ini. Aku akan menceritakan semua rindu yang kusimpan di dadaku padamu dengan kata -kata  yang mampu ku ucapkan.

Jangan ucapkan apapun, Kasih. Cukuplah kau tersenyum memahami deritaku ini, lalu peluk dan rebahkan kepalaku yang penat ini, di pangkuan hangatmu

Sayangku, kumohon sekali ini saja untuk tetap di sisiku dan tataplah mataku ini

Namun, maafkanku sayang – Seperti biasa, sekian banyak yang ingin kukatakan, tak terkatakan. Sekian banyak yang ingin kuadukan, hanya mampu diambil alih oleh air mataku

Sayangku,  dengarkanlah apa yang dikatakan dadaku dan bacalah airmataku ini.

Namun sayang seribu sayang, sayangku. Malam ini hanyalah malam – malam seperti malam sebelumnya.
Malam ini sekali lagi engkau biarkan sepi yang menjadi penghibur hatiku, penyembuh penatku.

Tagged ,

2 thoughts on “Semestinya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.