Bingkai Kata, Keseharian

Elektron Hati

Kurasa berbeda kala memikirkanmu. Tiada perasaan berat yang membebani ataupun rasa gelisah yang menghantui. Hanya dirimu yang selalu ada mendinginkan segala panas dunia, segala sedih yang ada di hati dan segala dahaga yang ada di jiwa.

Aku hanya berharap janganlah engkau bersedih ataupun bermuram hati. Karena siapa lagi yang mampu memberikan senyumnya dan bahagianya kepada diriku. Siapa lagi yang sanggup menyirami gersang jiwaku bagai  hujan yang selalu meyirami bumi.  Siapa lagi yang mampu mencerahkan langit yang kini mendung. Dan siapa lagi yang mampu menyingkirkan segala kekhawatiran hati ini. Siapa lagi yang mampu  semua itu jika bukan dirimu.

Kini engkau adalah elektron yang mengelilingi orbit hati, menciptakan keseimbangan muatan – muatan  rasa ini. Kumohon janganlah terlepas , jika engkau tidak ingin melihatku menjadi radioaktif dan meluruh. Karena atom – atom di dalam jiwa ini- bagaimanapun juga bergantung pada elektron kasih – sayangmu.

Yogyakarta, 6 September 2009 10:31

Tagged , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.