Tidak ada yang lebih meresahkan hati dan jiwaku selain menunggu balasan pesan singkat darimu. Tiada yang lebih mencemaskan hatiku selain apakah tingkah laku ku yang membuatmu menjauhiku. Tiada yang lebih menghawatirkanku selain ketika kamu sedang digayuti duka. Maafkanku jika terasa menjengkelkan, Maafkan aku jika menurutmu aku mengganggu, maafkan aku jika membuatmu tidak nyaman. Bukan ku sekalipun ingin ku menyakitimu. Bukan…
Kategori: Bingkai Kata
Lebih Dari Cinta Manusia Manapun
Ketika melihatmu bersedih, manusia mana yang tidak luka hatinya. Langit mana yang tidak akan menurunkan hujannya, malam mana yang tidak akan memekatkan hitamnya, Angin mana yang tidak akan menjadi badai karenanya. Ketika melihatmu tersenyum, Matahari mana yang tidak tersipu akan pesonanya, mawar mana yang tidak mekar akan parasnya, dan mana yang tidak berkicau melihatnya.
Catatan Tepi
Malam ini, seperti biasa, antara aku, bayanganku dan sunyiku, bercengkrama di tepian panjang hidup. Kami perbincangkani setiap baris hingga setiap karakter masa. Sementara di luar rintik hujan begitu sibuk mengirimkan pesan – pesan pada tiap perindu yang sedang dibalut keriuh-rendahan rasa pada hatinya. Mengetikkan karakter per karakter menjadi teramat sulit, karena begitu bercampurnya perasaan, dan begitu dinamisnya perasaan. Kadang sedih…
Cinta Tanpa Bahasa
Ketika ku hanya bisa kirimkan pesan singkat tanpa karakter ke telepon selulermu, jangan sekali – kali tanyakan padaku kenapa. Karena menuliskan perasaanku dalam kata – kata adalah sama mustahilnya dengan berenang melintasi samudera pasifik. Kalimat hanyalah kotak – kotak kecil buatan manusia, mana mungkin bisa menampung samudera perasaanku padamu. Bahasa hanyalah layang – layang kecil yang diterbangkan angin, mana mungkin…
Lupakan, Lupakan Saja
Perlahan, kujejakkan kaki – kaki yang lelah menapaki jalan – jalan kecil diantara belantara metropolitan. Ditemani Senja yang berarak pulang di ufuk barat. Asap knalpot beterbangan menghias –menyapa setiap sela – sela kendaraan. Diantara gedung – gedung tinggi yang angkuh menantang langit. Kebisingan sana – sini, kesibukan, keriuhan manusia yang membuat hati sunyi, perlahan mereda seiring pekat malam yang mulai…
Dalam Imaji Terdalam Aku Mengharap Senyum
Dulu, belasan tahun lalu. Ketika awan masih berarak hangat. ketika angin masih menghembuskan harapannya pada bumi manusia. Tahukah kamu cantik, ketika itu, tatap matamu pertama kali menghujam, menembus jatungku. Seluruh yang tampak padaku hanyalah kamu. Nama-namamu menjadi hemoglobin darahku. Isi waktu telah berlalu. Namun masih segar di pikiranku.Saat, memandang dirimu dari bangku belakang kelas kita. Pindah ke bangku depan demi…
Apa Kabarmu?
Apa kabar sunyi, aku tahu kepada siapa engkau berbisik. Bisikanlah pesan rinduku padanya. Apa kabarmu angin, Engkau tidak pernah berhenti berhembus di tanah bumi. Sebagaimana aku yang tak pernah berhenti memikirkannya. Kau pasti mengetahui apa yang kuresahkan. Tolonglah aku, agar mampu mencuri masuk dalam mimpinya. Apa kabarmu malam, tiada henti-hentinya engkau merindukan siang. Sebagaimana aku merindukannya. Aku tahu rindumu kini,…
Dengarlah Setiap Apa Yang Dikatakan Padamu
Jumlah bintang di langit tak akan cukup menutup jumlah rinduku. Tebalnya kabut mahameru tak akan mampu menandingi tebalnya rasaku. Banyaknya debu di padang sahara tak akan mampu menganti banyaknya ingatanku padamu. Dengarlah apa yang dikatakan hujan pada bumi, dengarlah apa yang dikatakan awan pada langit, dengarlah apa yang dikatakan jantungku padamu.
Masih Ada Waktu..
Apakah engkau tiada pernah menerka, rasa-rasa yang tersimpan di sudut hati? Begitupula gelora rasa di dalam dada, apakah tiada pernah kau perhatikan? Apakah tidak pernah dirimu membaca, rindu yang jelas tertulis di mata? Mengapa semua ini engkau abaikan? Mengapa engkau biarkan diriku terluka sendirian seperti ini? Jika yang kau kehendaki adalah mautku. Niscaya akan kuberikan sekarang untukmu.
Penebus Luka dan Sakit Hati
Aku tahu, telah membuatmu begitu terluka. Aku tahu, telah membuatmu begitu bersedih. Aku tahu itu semuanya. Tapi apakah engkau tahu, hatiku bak tersayat sembilu ketika melihatmu menangis. Apakah engkau tahu, akupun juga berteman perih ketika engkau bersedih? Aku tahu, aku sampah, engkaupun tak mau melihatku lagi, bahkan untuk mengingatkupun engkau enggan. Aku kotor, hina, sehingga mungkinpun tidak lagi sederajat dengan…





