Bingkai Kata

Cinta Tanpa Bahasa

Ketika ku hanya bisa kirimkan pesan singkat tanpa karakter ke telepon selulermu, jangan sekali – kali tanyakan padaku kenapa. Karena menuliskan perasaanku dalam kata – kata adalah sama mustahilnya dengan berenang melintasi samudera pasifik.

Kalimat hanyalah kotak – kotak kecil buatan manusia, mana mungkin bisa menampung samudera perasaanku padamu. Bahasa hanyalah layang – layang kecil yang diterbangkan angin, mana mungkin bisa melintasi seluruh angkasa sayangku padamu.

Jangan salahkan aku jika ku diam membisu, karena cinta bukanlah kata, dia adalah pembuktian nyata, itulah kenapa aku tak pernah berkata cinta kepada kamu yang kucinta.

Masih perlukah kata cinta jika seluruh langkahku, perbuatanku, hingga nafas, denyut jantung, dan aliran darahku telah mengungkapkannya padamu? Masih perlukah lisanku berkata jika semua oksigen yang kamu hirup adalah semua perasaanku padamu? Masih perlukah aku berbahasa untuk membuatmu yakin, ketika  aku sendiri telah larut dalam dirimu?

Apakah angin harus memperkenalkan  terlebih dahulu dirinya  padamu, sehingga kamu tahu bahwa dia angin? Apakah oksigen harus bertegur sapa terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam alveolus dan diserap dalam hemoglobin darahmu? Apakah aku harus memberikan rayuan padamu ketika jiwaku sendiripun telah kuserahkan padamu?

Kasih, cinta yang mendalam tidak memerlukan bahasa. Namun, jika engkau masih belum memahami, mungkin cukuplah senyumku sebagai jalan tengahnya.

Tagged ,

1 thought on “Cinta Tanpa Bahasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.