Bingkai Kata, Keseharian

Dengarlah Setiap Apa Yang Dikatakan Padamu

Jumlah bintang di langit tak akan cukup menutup jumlah rinduku. Tebalnya kabut mahameru tak akan mampu menandingi tebalnya rasaku. Banyaknya debu di padang sahara tak akan mampu menganti banyaknya ingatanku padamu. Dengarlah apa yang dikatakan hujan pada bumi, dengarlah apa yang dikatakan awan pada langit, dengarlah apa yang dikatakan jantungku padamu.

Perenungan, Sosial Politik

Nation Character Building – Bagian 2

Marilah kita tengok, bahwa sebenarnya bangsa ini memiliki falasafah yang sangat bagus sekali, Sila Pertama dalam Pancasila berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa. Falsafah tersebut menjiwai semuanya. Kalau diterjemahkan dalam prespektif Islam artinya  Lailahaillah, kalimat ini harusnya tidak hanya menjadi ucapan saja namun juga harus menjelma menjadi pergerakan ataupun pemikiran. Jadi gerakan apapun kalau tidak didahului dengan Ketuhanan yang Maha Esa…

Continue Reading

Perenungan, Sosial Politik

Nation Character Building – (Bagian 1)

Bung Karno: Nation Character Building Seperti yang dahulu Bung Karno pernah katakan, dalam tahap awal, yang pertama-tama harus dibangun oleh negara ini adalah karakternya, ya, Nation Character Building. Intisari pokok mandat  yang diterima Bung Karno waktu itu dari MPRS adalah membangun bangsa dari kemorosotan jaman kolonial untuk dijadikan bangsa “berjiwa” yang dapat dan mampu menghadapi semua tantangan. Suatu bangsa yang…

Continue Reading

Keseharian

Bekerja Adalah Untuk Sebuah Nilai

Alhamdulillah, itulah kata pertama kali terucap, setelah resmi menyeleseikan kuliah saya selama 4 tahun di Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – BATAN. Tanggal 14 September 2011, menjadi pengukuhan sebutan SST dibelakang nama saya. Predikat Cumlaude juga alhamdulillah disandang. Alhamdulillah, target saya tahun ini untuk bekerja sebelum wisuda tercapai, Sebelum wisuda saya  sudah diterima bekerja di salah satu perusahaan besar di bidang…

Continue Reading

Keseharian, Perenungan

Tidak Boleh Kecewa

Memang, terkadang Tuhan memberikan cobaan yang hampir-hampir  saja membuat kita putus asa dan hilang kesabaran. Cobaan yang diberikan terkadang membuat diri kita seolah olah ditinggalkan begitu saja oleh Tuhan. Haruslah diakui, setiap manusia dalam hidupnya pasti akan mengalami saat dimana dia kecewa dengan Tuhan. Sadar ataupun tidak, kita pernah mengalaminya. Kekecewaan itu ada yang diungkapkan dan ada pula yang dipendam…

Continue Reading

Keseharian, Perenungan

Masalah – 2

Tulisan ini menjelaskan tulisan singkat saya sebelumnya. Kita semua, manusia dalam hidup,  pasti pernah – bahkan sering mengalami rasa kecewa, sakit hati dan keputus-asaan. Ini adalah suatu sikap yang wajar- wajar saja dan normal, karena  memangTuhan menciptakan manusia dengan segala kesempurnaan dan juga keterbatasan. Kegagalan, sakit hati dan kekecewaan memang harus dialami manusia sebagai sebuah proses. Proses menuju manusia yang…

Continue Reading

Perenungan

Masalah..

Hidup saya kok banyak masalah ya mas? lah, biar ngga kebanyakan tinggal dikurangi, Lah. trus gimana cara ngurangin masalah saya?? Ya jangan sampe dijadiin masalah. iya, tapi sulit. benar, karena kamu yang mempersulitnya terus agar mudah mudah gimana caranya?? lah sudah jelas to. Biar mudah jangan dipersulit. iya tapi kok saya  susah ya menjalaninya.. Nah jelas kan? Masalah sebenarnya ya…

Continue Reading

Keseharian

Semoga Semua Lancar

Ngga terasa aja, sekarang sudah Juni. Sebentar lagi September, dan akan merasakan wisuda, jerih payah 4 tahun belajar di kampus Nuklir STTN. Tidak tahu, harus berbahagia atau bersedih, karena harus menanggung satu gelar + tanggung jawab sebagai seorang Sarjana Sains Terapan  (S.ST). Tentu, cara bersikap dan bertindak harus berbeda dibanding ketika masih mahasiswa, sebagaimana ketika para siswa SMA, menginjak menjadi…

Continue Reading

Bingkai Kata, Keseharian

Masih Ada Waktu..

Apakah engkau tiada pernah menerka, rasa-rasa yang tersimpan di sudut hati?  Begitupula gelora rasa di dalam dada, apakah tiada pernah kau perhatikan? Apakah tidak pernah dirimu membaca, rindu  yang jelas tertulis di mata? Mengapa semua ini engkau abaikan? Mengapa engkau biarkan diriku terluka sendirian seperti ini? Jika yang kau kehendaki adalah mautku. Niscaya akan kuberikan sekarang untukmu.

Bingkai Kata, Keseharian

Penebus Luka dan Sakit Hati

Aku tahu, telah membuatmu begitu terluka. Aku tahu, telah membuatmu begitu bersedih. Aku tahu itu semuanya. Tapi apakah engkau tahu, hatiku bak tersayat sembilu ketika melihatmu menangis. Apakah engkau tahu, akupun juga berteman perih ketika engkau bersedih? Aku tahu, aku sampah, engkaupun tak mau melihatku lagi, bahkan untuk mengingatkupun engkau enggan. Aku kotor, hina, sehingga mungkinpun tidak lagi sederajat dengan…

Continue Reading