Aku menyusuri lorong ini hanya selaku orang aneh. Ditertawakan, dicerca dan dihina oleh orang – orang waras.
Aku hanya berbicara dengan hatiku, namun mereka berkata dengan akal sehat mereka. Akulah yang aneh, di dunia yang semakin waras ini, dimana setiap keadilan dijual, setiap budaya dilacurkan dan setiap kebenaran di manipulasikan.
Orang – orang itu tak akan tahu bagaimana aku, karena mereka waras, sedangkan aku aneh. Aku orang aneh yang hanya sibuk mencari diri, sedangkan orang – orang waras mencari orang lain. Akulah orang aneh yang selalu tersenyum, saat orang – orang waras memperolokku.
Jangan kau membujukku untuk menjadi waras, karena aku sudah tidak mempercayai kewarasan. Kewarasan tak akan membuatku menjadi apa – apa. Aku hanya ingin menjadi aneh, dalam kewarasan yang aneh dunia ini.