Keseharian, Perenungan, Sosial Politik

Nasionalisme..

Jangan Tanya Apa Yang Negara Bisa Kasih Buat Elo..

Tanya apa yang Elo bisa kasih buat Negara

Kira – kira begitulah penggalan lagu rap bertajuk “Untuk Indonesia” yang dibawakan Pandji Pragiwaksono ( presenter “Kena Deh” ). Dan – memang lagu tersebut begitu mengena terhadap situasi dan kondisi bangsa Indonesia sekarang ini. Nasionalisme – mungkin itu yang sepertinya perlu didefinisikan ulang, apakah Nasionalisme itu??

Nasionalisme, menurut definisi saya adalah mencitai tanah air dan tumpah darahnya serta mengerahkan segala potensi yang dimilikinya untuk tanah air dan tumpah darah yang dicintainya itu. Cinta – yah mungkin itulah inti sari dari nasionalisme. Tidaklah cukup cinta hanya diucapkan dengan kata – kata. Cinta yang dimiliki haruslah dibenarkan dalam hati, lisan, dan juga perbuatan.

Telisik saja sepasang sedjoli yang sedang dimabuk asmara, tidak hanya berjuta kata asmara yang diucapkan namun setiap perbuatan yang dilakukan akan menjadi manisfestasi cinta itu sendiri, ketika sang kekasih dihina oleh orang lain, tentu dia akan marah – karena bagaimanapun menghina kekasihnya adalah sama dengan menghina dirinya sendiri.

Begitupula Cinta kepada Negara. Cinta kepada negara tak cukup dilakukan dengan upacara bendera tiap hari senin atau pekik Merdeka yang sering diucapkan menjelang peringatan Kemerdekaan. Cinta kepada negara tak cukup pula dilakukan dengan melaksanakan berbagai lomba atau serangkaian acara seremonial – meskipun hal itu juga perlu. Cinta kepada negara juga tidak cukup dengan mengirimkan relawan ganyang Malaysia ke Blok Ambalat – meskipun hal tersebut juga tidaklah salah. Cinta kepada Negara, adalah mencintai semua elemen di dalam negara tersebut, mulai dari mencintai rakyatnya, pemerintahnya, parlemennya, budayanya, dan segala apapun yang ada di negaranya dan menjadikan hal tersebut sebagai potensi untuk kemajuan negara ini.

Jika ada pertanyaan, manakah yang lebih anda sukai – Ayam Goreng Amerika ataukah Ayam pop khas padang? Manakah yang lebih anda suka pelajari- Break Dance asal barat ataukah Tari Kecak asal Bali. Manakah yang anda lebih anda sukai musik Hip Hop ataukah Musik Dangdut? Manakah yang lebih anda suka tonton, film buatan Hollywood ataukan wayang kulit khas Jawa? Manakah yang lebih suka anda kenakan, sepatu kulit merek Import atau sepatu khas Tunggulangin Sidoarjo?

Mencintai sebuah negeri berarti menyingkirkan pola pikir inferior yang sejak lama ditanamkan penjajah kepada kita. Sudah lama kita di doktrin oleh belanda bahwa bangsa kita adalah bangsa yang harus nurut pada dominasi bangsa lain. Meskipun kita telah merdeka selama 64 tahun, pola pikir tersebut – sadar atau tidak sadar masih menjadi racun didalam otak kita, kita sering tidak mempercayai potensi bangsa sendiri bahkan lebih mempercayai potensi bangsa asing. Padahal sudah berpuluh – puluh tahun putra – putri bangsa membuktikan bahwa kita tidak hanya bisa sejajar dengan bangsa lain namun mampu lebih unggul terhadap bangsa lain. Kita juga sering digiring pada pemikiran yang tidak matching dalam menyikapi suatu masalah. Sebut saja masalah Nuklir, masyarakat Indonesia akan bulat setuju terhadap program Nuklir Iran, namun menolak mentah – mentah program Nuklir yang telah dirintis lama oleh putra – putri terbaik bangsa.

Mencintai sebuah negeri berarti menyingkirkan semua ego yang ada di hati kita, entah itu golongan, ras, Partai, dan segala macam latar belakang dan motif pribadi untuk sebuah tujuan yang lebih besar lagi yakni membangun negeri ini. Apakah kita hanya akan marah dan berteriak di depan Televisi ketika saudara kita disiksa di negeri tetangga? ketika batas kedaulatan negara kita dilanggar? Ketika bangsa lain memandang remeh bangsa kita? Apakah permasalahan akan selesei hanya dengan saling umpat ? Lalu manakah aksi kita, kita mampu membuat perubahan untuk negeri ini, karena memang kita ditakdirkan untuk itu. Marilah bersama gandengkan tangan untuk Indonesia yang lebih baik.

Tagged , , , , , , , , , , ,

2 thoughts on “Nasionalisme..

  1. nasionalisme memang menjadi sesuatu yang agak sulit ditemukan pada diri bangsa ini. semuanya hanya mengedepankan kepentingan pribadi semata. maka menjadi hal yang masuk akal apabila bangsa ini mulai rapuh dalam segala bidang, bahkan dalam diplomasi internasional sekalipun bangsa ini semakin tidak bertaring.
    Iklan Gratis

    _

    Tedy : semoga saja sang harimau kembali bangun dari tidur panjangnya πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.