Keseharian

Liburan

Sepertinya ngeblog saya yang ini berbeda dari yang biasanya, kenapa? karena ngeblog saya yang ini bukan di lab. komp kampus seperti biasa, namun di warnet kampung halaman saya, Kediri yang tercinta. Yups kali ini disini saya sedang menjalani liburan panjang setelah sekian lama menjalani rutinitas yang cukup menguras tenaga sebagai mahasiswa. Namun semua tentu harus disyukuri karena semua adalah bagian…

Continue Reading→

Keseharian

Hari Yang Panjang

Fiuh, Saya rasa hari ini adalah hari yang cukup panjang dan melelahkan. Mata saya sudah terasa berat. Ngantuk sekali. Setelah dari jam 01.00 dini hari harus terjaga untuk mempersiapkan diri untuk ujian pada pagi ini. Namun ternyata perjuangan belum usai sampai disitu, setelah menjalani ujian tulis dari mata ujian praktikum fisika dasar II pukul 08.00. Pada siang harinya saya harus…

Continue Reading→

Keseharian

Boleh Dikerjakan Lagi di Rumah…

Wuih, Mungkin mata ujian ini adalah ujian yang paling singkat yang pernah ada, setidaknya untuk diri saya pribadi. Bagaimana tidak, di ujian yang satu ini, terdapat 3 soal yang memerlukan jawaban yang panjangnya ampun – ampunan. Terlebih untuk soal nomer 1, dimana peserta ujian di perintahkan memvalidasi 10 data yang setidaknya memerlukan 4 halaman kertas ujian yang berukuran folio. 😯…

Continue Reading→

Keseharian

Ujian Sesungguhnya

Deg – degan. Inilah yang saya alami pada hari ini. Dimana ujian hari ini menurut saya adalah “ruh” dari ujian akhir semester genap tahun 2008. Loh kuk bisa begitu? 🙄 Yah, karena pada hari inilah diujikan mata kuliah yang terkenal dengan “Nilai D yang bertaburan” 😈 Ngeri memang. Bahkan lebih ngeri dari film horor yang paling horor sekalipun. Karena pocong,…

Continue Reading→

Keseharian

Ujian Tanpa Nafas

Fiuh…!! Akhirnya bisa bernafas juga. Itulah kiranya kata pertama waktu meninggalkan ruang ujian 15 menit yang lalu. Bagaimana tidak, dalam waktu 90 menit, saya dan teman – teman satu prodi mengerjakan 8 soal ujian, dimana semua jawabanya panjang – panjang, mungkin memang sengaja dibuat seperti itu oleh Pak Dosen. Mengingat mata ujian yang satu ini, mahasiswa diperbolehkan membawa catatan meskipun…

Continue Reading→

Bingkai Kata, Keseharian

Salam Untukmu

Salam untuk engkau duhai gadis pujaan hati. Tiada detik yang kulewatkan melainkan selalu mengingatmu. Tiada mimpi dalam tidurku melainkan memimpikanmu. Tiada hari dalam hidupku melainkan mencintaimu. Sungguh mati, malam ini serasa kau disini, menemani sunyiku di tengah kebisingan dunia. Bercengkrama dan bermesra dalam dinginnya malam.

Keseharian

Lintas Jogja dengan TransJogja

Ah, akhir – akhir ini saya menjadi jarang posting. Bukan karena apa – apa, namun tidak tahu kenapa komputer kampus akhir-akhir ini jadi sering error, ketika saya mengklik menu new post, eh tiba – tiba browsernya nutup sendiri. Kira – kira kenapa ya? 🙄 Namun bukan itu yang sebenarnya saya ingin bahas. Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya pada…

Continue Reading→

Keseharian

Mencuri Mimpi

Bagaimana mungkin aku harus mengerti, sementara masih saja diri terpenjara dalam dunia . Keraguanpun masih menggelayuti, memaksa seluruh syaraf keluar dari fikirannya. Dingin malam juga masih menyapa lembut merasuk sukma. Apa yang kuingini hanyalah mencuri masuk mimpinya, bertemu dan bercengkrama dengan lembut nafasnya, mencium setiap wangi rambutnya dan memandangi setiap pesonanya.

Keseharian

Mengejar Laporan

Minggu, 27 April 2008 adalah hari yang melelahkan. Setelah dengan susah payah bergelut dengan UTS selama dua minggu, ternyata perjuangan masih belum usai. Masih ada seabrek tugas yang menunggu untuk diseleseikan, diantaranya adalah beberapa laporan praktikum salah satunya yaitu laporan praktikum elektronika analog bab Penguat Push Pull yang harus dikumpulkan hari senin keesokan harinya. Laporan praktikum kali ini termasuk dalam…

Continue Reading→

Bingkai Kata, Keseharian

Mengertilah Aku

Duh, kenapa engkau ini? Tiada henti – hentinya menyayatkan sembilu di hati. Melarikan seluruh rasa ini dan membuatku merasa di persimpangan, bingung untuk memilih jalan yang harus kulalui. Berulang – ulang kali kau seperti ini dan membuatku tidak pernah mengerti akan hal ini.