Bingkai Kata, Keseharian

Mengertilah Aku

Duh, kenapa engkau ini? Tiada henti – hentinya menyayatkan sembilu di hati. Melarikan seluruh rasa ini dan membuatku merasa di persimpangan, bingung untuk memilih jalan yang harus kulalui. Berulang – ulang kali kau seperti ini dan membuatku tidak pernah mengerti akan hal ini.

Tahukah kalau semua dari mereka membicarakan diriku. Tersenyum di saatku menangis dan menderita di saat ku tersenyum. Mereka yang menginginkanku seperti itu, namun aku tidak. Sekali – kali tidaklah seperti itu. Sungguh aku hanya ingin menemukan cahaya dalam gelap ini, meskipun berulang kali kumencoba dan berulang kali itu pula aku terjatuh.

Aku tiada sampai hati melakukan ini kepadamu, dan tidak akan pernah sampai hatiku seperti itu. Bertanyalah pada malam – malam, dialah yang menyimpan setiap rahasia – rahasiaku. Temukanlah malam itu, maka engkau akan menemukan aku sedang asyik bercengkrama dengannya. Bertanyalah pada sejuknya udara fajar, yang selalu memberikanku harapan demi harapan di sela – sela kegelisahan – kegelisahan hidup.

Sungguh, di saat engkau menemukan jawabannya, engkau akan mulai mengerti siapa aku, dan kenapa aku. Di saat itu, engkau akan mencintaiku sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri. Karena sebenarnya kita adalah satu, engkau adalah patahan tulang rusukku yang ditakdirkan untukku. Janganlah cemas ataupun bersedih hati jika engkau belum menemukannya, karena malam – malam masih akan datang bersama rahasia – rahasia dan mimpi – mimpiku.

Aku hanya ingin engkau mengerti, dan sekali – kali aku tidak ingin membuatmu menderita. Tidak apa – apa dan tidak usah terburu – buru. Aku akan selalu menunggumu di oase gurun kehidupan yang akan kita lalui bersama – sama.

Tagged , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.