Salam untuk engkau duhai gadis pujaan hati. Tiada detik yang kulewatkan melainkan selalu mengingatmu. Tiada mimpi dalam tidurku melainkan memimpikanmu. Tiada hari dalam hidupku melainkan mencintaimu. Sungguh mati, malam ini serasa kau disini, menemani sunyiku di tengah kebisingan dunia. Bercengkrama dan bermesra dalam dinginnya malam.
Duhai gadis, jangan kau bunuh aku dengan mengacuhkanku saat ini. Sungguh aku hilang tanpamu. Kumohon, janganlah kemana – mana malam ini. Aku ingin berdua saja denganmu dalam dunia sepi ini bersama. Aku tiada pernah meminta sesuatu apapun darimu, aku hanya memohon temanilah aku malam ini. Hiburlah sedihku ini, redamlah amarahku ini, dan hilangkan letih jiwaku ini.
Salam untuk engkau duhai gadis yang pesonanya membuat cemburu para bidadari di surga. Engkaulah satu – satunya matahariku sedangkan wanita – wanita lain hanyalah bintang – bintang. Kala matahari terbit, maka tak ada satu bintangpun yang nampak. Engkaulah oksigen untuk setiap alveolus jiwaku. Hemoglobin dalam trombosit darahku. Dan Elektron yang mengorbit di sekitar inti hatiku.
Bagaimana mungkin mereka bisa menyuruhku diam, sedangkan bayangmu tiada pernah diam meracuni syaraf pikiran ini. Sungguh, keelokan parasmu tak akan pernah habis dibicarakan dunia, tak akan pernah usai dimakan zaman, dan tak akan pernah pudar ditelan malam. Biarkan saat ini aku disampingmu, mengagumi, dan berbicara denganmu, biarkanlah waktu berhenti sejenak untuk kita berdua.