Keseharian, Perenungan

Kisah Cinta X Y Z

Kali ini saya ingin bercerita tentang kisah 2 orang laki-laki. Laki – laki pertama kita sebut saja bernama X, sedangkan lelaki kedua kita sebut saja dengan nama Y. X dan Y merupakan teman satu kampus meskipun tidak terlalu akrab. X dan Y ternyata menyukai satu orang wanita yang kita sebut saja bernama Z.


Dengan bermodalkan wajah dan penampilan yang lumayan, maka Y pun mengutarakan perasaan sukanya itu kepada Z. ( atau kata anak muda bilang “nembak”lah ). Maka diterimalah Y itu menjadi pacarnya Z. Lalu bagaimana dengan X ? Berbeda dengan Y, ternyata X memilih untuk tidak dulu mengatakan perasaan cintanya itu kepada Z. Maka jelaslah siapa yang untuk sementara memenangkan “persaingan” ini.

Dari sini sekilas kita bisa tahu tentang sifat X dan Y. Y merupakan lelaki yang pemberani dan benar – benar jantan mengungkapkan perasaannya kepada orang yang disukainya. Lalu bagaimana penilaian anda tentang X ? Pengecutkah X ? Banci-kah X? Tentu tidak adil bila kita menilai seseorang hanya sekilas saja, Seperti yang pepatah bilang “Jangan Pernah Menilai Buku dari Sampulnya”.

Belakangan diketahui ternyata X memiliki pemikiran bahwa dia tidak ingin mencari pacar, tetapi lebih kepada “Calon Istri”. Karena itu dia merasa belum pantas untuk mengatakan perasaannya itu kepada Z. X ingin bahwa wanita yang dicintainya benar – benar bahagia lahir dan batin dalam hidupnya. Karena itulah, X ingin lebih berkosentrasi dalam kuliahnya dengan tujuan ilmu yang akan diperolehnya di bangku kuliah akan membuka kesempatan lebih luas untuk mendapat pekerjaan yang lebih layak. Dengan pekerjaan yang layak, setidaknya X telah memenuhi satu syarat sebagai lelaki yang bertanggung jawab terhadap istrinya kelak.

Baru kemudian setelah X mendapatkan pekerjaan yang layak, mungkin X akan berani menyatakan perasaan cintanya itu kepada siapapun orang yang telah ditakdirkan untuk dicintainya.

Namun kisah ini tidak serta merta mengklaim bahwa X lebih baik dari Y, ataupun sebaliknya. Dalam cerita ini saya membiarkan anda untuk menerka – nerka apa yang ada di dalam pikiran Y.

Apakah kisah ini secara kebetulan sama dengan yang anda alami ? Apakah anda memiliki posisi dan pemikiran yang sama dengan X? Apakah anda pernah menjadi Y ? Manakah yang lebih baik untuk Z ?X ataukah Y?

Ditunggu komentarnya πŸ™‚

Tagged , , , ,

8 thoughts on “Kisah Cinta X Y Z”

  1. pertamax…

    bagaimana dengan nembak tapi untuk mengikat janji saja? Nembak dengan target ‘calon istri’ bukan pacar.
    “Z, aku cinta kamu, maukah kamu jadi calon istriku? Kalo mau, kita break dulu sebentar ya…aku mo konsentrasi kuliah, nyelesaiin TA, trus cari kerja. Kalo dah ada pegangan, predikat ‘calon’-nya kita pretelin bersama2, hingga kau jadi istriku,” kata Y (atau X, atau W (nambah tokoh satu lagi))
    Yg nembak model kayak gini juga banyak lho. Dan ada juga yg jadian betulan jadi suami istri.

  2. kalo aku tipe orang x . blom saatny serius dngan lwn jenis, aku harus mencari cinta NYA, sebelum cinta nya. betapa tersiksa hidup di dunia ini bila tidak bisa merasakan cinta NYA

  3. sesuatu yang sangat berharga bagi seseorang adalah diidolakan oleh orang lain, jangan bersikap dewasa karena cinta tapi bersikap dewasalah karena diri sendiri.
    untuk X terus berjuang, berusahalah untuk tidak mencari cinta tetapi cinta sejati yang akan mencarimu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.