Keseharian

Tuhan Bekerja Dibalik Seorang Programmer

The Hacker

Tuhan bekerja dibalik seorang programmer.

Ya, itulah yang terjadi hari ini. Di saat ada aduan seorang client terhadap error dari sebuah program di mesin production.  Awalnya saya merasa diri saya seorang pakar, lalu mencoba mendiagnosa dan mencari root cause dari error  yang terjadi, namun sayang, dugaan demi dugaan kandas, tidak satupun analisa saya berhasil menjadi solusi atas masalah terjadi.

Error ini berlangsung hingga keesokan harinya. Saya merasa putus asa terhadap kemampuan diri saya dalam menyeleseikan error yang terjadi, namun tuntutan pekerjaan mengharuskan untuk bisa menyeleseikan masalah ini. Rasanya ingin lari bersembunyi saja ke ujung dunia, namun kan tidak mungkin :mrgreen:. Ya pilihan satu – satunya hanyalah berusaha menghadapi masalah itu sebisa-bisanya, sambil meyakini dalam hati bahwa Allah campur tangan dalam usaha saya. Dibalik keputusasaan itu saya mensortir satu -satu kemungkinan asal-asalan yang mungkin bisa menjadi sumber permasalahan, meskipun dalam hati kecil saya hal itu hampir tidak mungkin. “Tapi siapa tahu? daripada tidak mengerjakan apapun, yang penting kan berusaha” Dan ternyata hal yang sebelumnya saya sebut “tidak mungkin” adalah solusi dari permasalahan yang terjadi. Mungkin seandainya saya belum kehabisan ide, saya tidak akan mencoba solusi ini.

Sebenarnya hal – hal semacam itu tidak hanya sekali dua kali terjadi dalam pekerjaan saya. Ketika harus melakukan problem solving dari sebuah masalah, dan sampai pada puncak kemampuan saya, disitulah tiba – tiba Allah bekerja dengan caranya yang ajaib. Ajaib karena saya tidak menyangka bahwa solusinya  semudah itu. Ajaib karena saya menyangka sebelumnya bukan itu solusinya. Sepertinya Tuhan hendak menyindir saya

Menurutmu kamu tahu segalanya? Tidak, Aku yang Maha Tahu. ini buktinya.

Yah, begitulah, Tuhan bekerja dibalik seorang programmer. Mungkin karena Allah sendiri adalah Maha Programmer. Ya, Maha Programmer, karena ia memprogram setiap sifat manusia, setiap warna rambut, pigmen mata, dan lain sebagainya pada tingkatan DNA, Allah memprogram alur kehidupan kita – yang kemudian dikenal dengan Takdir. Hingga memprogram kerja alam semesta, galaksi, planet – planet dengan begitu tertata rapi tanpa adanya bug.

”Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”

Al-Anbya :3

Maka saya kemudian sampai pada kesimpulan,

Menjadi programmer adalah jalan menuju tauhid.

Karena menurut saya pribadi, dengan bekerja sebagai seorang programmer, engkau mempelajari KemahakuasaanNya dan KemahabesaranNya dalam memprogram segala sesuatunya dengan teratur dan juga indah.

So, Apapun pekerjaan kita maka temukan persambungannya dengan Allah. Bahkan dari seekor cacing kita harus sanggup temukan apa persambungannya dengan Allah. Maka itulah yang disebut tauhid. Sehingga setiap aktivitas yang kita lakukan adalah pekerjaan dunia sekaligus akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.