Hari rabu kemarin saya menerima kiriman paket yang dibawa kurir PT POS Indonesia. Oh, ternyata pesanan saya Air Counter Gamma Radiation -yang saya beli secara online dari jepang, ternyata sudah sampai. Pak pos, meminta biaya 3000 rupiah yang disebutnya sebagai “bea lalu”. Setelah mengeluarkan selembar dua ribu dan seribu rupiah, sayapun memparaf tanda terima, dan membawa paket tersebut ke meja kantor saya.
Air Counter Gamma Radiation? Alat apa itu. Air Counter adalah perangkat pengukur radiasi nuklir (sinar gamma) made in japan, yang didesain sangat sederhana, dan mudah pengoperasiannya.
Perangkat ini memiliki rentang pengukuran antara 0.05 uSv/h hingga 9.99 uSv/h. Rentang pengukuran yang cukup luas untuk pengguna rumahan (consumer device) yang perduli dengan kondisi radiasi nuklir di lingkungannya.
Rendahnya pemahaman Radiasi Nuklir
Saat saya membuka perangkat ini, banyak teman – teman di kantor heran akan apa kegunaan mempunyai alat ini, dan apa gunanya mengetahui radiasi yang ada di lingkungan, dan di indonesia, tidak ada kejadian orang yang meninggal disebabkan karena radiasi nuklir. Mereka berpikir bahwa radiasi nuklir adalah something far away, ia berada amat jauh dari kita, di reaktor nuklir, PLTN, di pertambangan atau di tempat – tempat lain. Sebuah bukti bahwa masyarakat kita masih rendah pengetahuannya akan teknologi nuklir.
Dulu saya pernah menulis banyak artikel tentang radiasi nuklir (silahkan search di blog saya ini, salah satunya klik disini), bahwa ia berada di sekitar kehidupan kita, dan kita tidak akan tahu seberapa besar dosis radiasi yang kita terima setiap harinya, ( meskipun untuk kasus normal biasanya laju paparan radiasi berada pada nilai yang rendah). Radiasi nuklir dalam jumlah normal tidaklah membahayakan, ia baru bisa menjadi berbahaya dalam jumlah besar. Dan bahayanya selain bersifat deterministik juga bersifiat stokastik (yang secara statistik dan akumulatif mampu memodifikasi sel-sel dalam tubuh kita)
Sumber Radiasi Nuklir
Sumber radiasi nuklir bisa berasal dari mana saja dan apa saja, mulai dari radiasi alam yang berasal dari radiasi kosmis, batuan – batuan dan mineral yang turut menyumbang radiasi latar; Pada makanan, minuman juga beberapa buah-buahan yang secara alami mengandung radiasi nuklir (Pisang secara alami memancarkan sinar gamma dalam jumlah kecil), atau karena tumbuh di tanah dan air yang telah terkontaminasi unsur radioaktif (Seperti di fukushima? atau chernobyl); Pada perangkat medis, seperti sinar rontgent atau CT Scan; Juga pada banyak sekali material yang tidak kita ketahui mengandung radioaktivitas yang mungkin sering kita gunakan, dan mungkin bisa mengancam kita sewaktu – waktu, salah satunya adalah gas radon (baca tulisan saya sebelumnya tentang gas radon) atau lampu kaos petromaks
Perlunya Detektor Radiasi untuk Penggunaan Rumahan
Atas alasan itulah alat deteksi radiasi perlu kita miliki. Namun alat deteksi radiasi biasanya berharga mahal dan pengoperasiannya cukup rumit, sehingga cukup sulit untuk digunakan oleh orang awam. Untunglah, kini ada Air Counter Gamma Radiation buatan S.T. Corp, yang ditujukan untuk pengguna rumahan. Dirancang begitu sederhana dengan satu tombol – seukuran permainan tamagochi yang dulu pernah booming di indonesia.
Cara penggunan alat ini cukup sederhana, letakan air counter minimal 1 meter dari tanah dan tekan tombol untuk mengukur, tunggu sekitar 10 detik agar perangkat melakukan melakukan kalibrasi, setelah itu kita akan melihat hasil pengukuran selama rentang waktu lima menit.
Dari hasil pengukuran yang saya lakukan laju paparan radiasi yang ada di lingkungan di kosan saya berada pada nilai 0.11-0.14 uSv/jam. Hasil ini saya ambil beberapa kali, dikarenakan sifat dari radiasi nuklir yang merupakan peristiwa statistik. Nilai ini masih berada di bawah normal, artinya kosan saya masih aman untuk ditinggali 😎
Lantas berapa batas laju paparan radiasi yang aman untuk diterima? Sebenarnya tidak ada ukuran pasti untuk ini. Karena batas laju radiasi yang aman didapatkan berdasarkan nilai empirik yang diketahui, dan tiap lembaga regulasi nuklir di berbagai negara memiliki kisaran nilai yang berbeda berdasarkan pada banyak pertimbangan. Tapi setidaknya tabel berikut ini cukup membantu.
Meskipun tabel ini bisa dijadikan acuan, namun adalah penting untuk memahami prinsip proteksi radiasi yang bernama ALARA (As Low As Reasonably Achieveable ), artinya makin kecil dosis radiasi yang kita terima adalah makin baik. Yang perlu diperhatikan adalah jika, nilai paparan radiasi di rumah kita mencapai nilai 1-2 uSv/jam,berati anda harus secepatnya mengungsi dan jika perlu, memanggil tim berwernang untuk menyelidiki penyebab jumlah laju paparan radiasi yang tinggi di daerah anda.

