Emas adalah unsur kimia di dalam tabel periodik yang memiliki simbol Au, singkatan dari bahasa Latin: ‘aurum‘, Memiliki nomor atom 79. Sebagai sebuah logam, emas begitu penting dalam kehidupan manusia, karena sejak dulu dijadikan sebagai alat tukar dan pembayaran. Lalu mengapa emas? bukan logam lain? Saya juga bertanya – tanya, dan mencari beberapa literatur tentang ini, ada 4 syarat yang membuat emas begitu penting. Ternyata salah satu jawabannya adalah dari banyak unsur di tabel periodik, emas salah satu logam pertama yang digunakan di awal peradaban yang cukup langka untuk didapatkan meskipun tidak bisa dibilang mustahil ditemukan. Dan menurut saya, karena bentuk fisik emas itu sendiri yang istimewa membuatnya disukai sehingga banyak dijadikaan perhiasan sejak dulu kala.
Emas sebagai sistem tukar
Itulah yang mebuat emas disepakati sebagai alat tukar karena nilai intrisiknya yang tinggi dan cenderung stabil. Sulitnya penambangan emas, membuat tidak mungkinnya dunia mengalami kelebihan (mata uang) secara tiba-tiba Berbeda dengan uang kertas yang dengan mudah dicetak dan mudah dikendalikan peredarannya, sehingga tentu juga mudah dipermainkan nilainya. Uang kertas tidak lebih dari kertas biasa yang memiliki nilai hanya karena jaminan dari negara yang mengedarkan uang tersebut. Seandainya negara yang mengedarkan uang tersebut bubar, maka uang kertas tersebut juga hangus nilainya.
Devisa sebuah negara harusnya berupa emas, sehingga sejumlah emas itupula negara berhak mensuplai uang kertas kepada rakyat, alias uang kertas itu sendiri dijamin oleh emas yang menjadi cadangan kekayaan negara itu. Di indonesia, sebagian besar cadangan devisanya dalam bentuk dolar amerika serikat dan valutas asing lain yang juga tak lebih merupakan uang kertas. Hanya kurang dari 5 persen yang berbentuk emas. Saya kira inilah sebabnya kondisi moneter indonesia dengan mudah dipukul jatuh, dan begitu mudahnya krisis moneter satu negara menginfeksi negara lain termasuk indonesia.
Saya sendiri sedikit demi sedikit mulai berusaha merubah perimbangan ‘devisa’ saya dari rupiah menjadi logam mulia. Menyimpan rupiah dalam jumlah besar tentu berpotensi merugikan, karena kondisi inflasi tiap tahun indonesia dan rapuhnya kurs rupiah, membuat uang simpanan kita di bank dirampok nilainya secara halus. Satu juta rupiah sekarang tidak akan sama lagi dengan satu juta rupiah 10 tahun yang akan datang. Lain halnya dengan logam mulia yang relatif tahan terhadap inflasi.
Tabungan Emas Pegadaian
Namun saya
ng entah kenapa, semua bank, entah syariah ataupun konvensional tidak menyediakan produk tabungan emas ini. Menyimpan emas dalam bentuk fisik di rumah akan cukup riskan, dan bank adalah tempat yang cukup aman untuk menyimpannya. Untung saja, baru – baru ini pegadaian, meluncurkan produk baru yang disebutnya tabungan emas. Dalam produk tabungan emas, nasabah bisa membeli emas lalu kemudian “menitipkannya” ke pegadaian. Besaran pembeliannya pun tidak harus mengikuti standar pecahan nominal emas batangan yang ada (1 gram, 3 gram, 5 gram dan seterusnya). Kita bisa menabung emas dengan pecahan 0.01 gram atau sekitar 5000-an rupiah saja ( relatif berdasarkan harga jual emas waktu itu). Jumlah gram emas yang kita tabung akan dicetak dalam buku tabungan layaknya buku tabungan biasa.
Setelah emas yang disimpan terkumpul cukup banyak, kita bisa meminta pegadaian untuk mencetak tabungan kita sebagai emas batangan, dengan terlebih dahulu membayar sejumlah ongkos cetak. Atau jika kita tidak ingin membayar ongkos cetak, kita bisa meminta pencarian langsung menjadi dana tunai. Pihak pegadaian akan mengkonversi gram yang ingin kita cairkan dengan nilai buyback emas di hari itu. Mudah bukan?
Kekurangan
Ada beberapa kekurangan mendasar yang saya rasakan setelah mencoba produk tabungan emas milik PT. Pegadaian ini. Di era teknologi informasi sekarang, tidak adanya fasilitas online untuk cek saldo, menabung ataupun transfer dana akan sangat merepotkan bagi saya, sehingga mau tidak mau, nasabah harus meluangkan waktunya ke kantor pegadaian. Terlebih layanan tabungan emas ini hanya buka pada hari senin – jumat mengikuti pembukaan harga emas yang memang ada secara dinamis di tiap hari kerja.
Saya berharap institusi keuangan lain terutama bank syariah yang mulai bermunculan mulai mengikuti jejak PT Pegadaian untuk membuka produk yang serupa dengan tabungan emas. Karena tentu institusi perbankan akan memiliki sejumlah infrastruktur yang memadai untuk menjalankan transaksi online yang sekarang sudah menjadi kebutuhan dunia perbankan moderen.