Keseharian

Mengukur Konsistensi

wpid-img_20141221_182227.jpgSemenjak beberapa bulan lalu membeli satu unit raspberry pi, saya jadi terpancing untuk kembali ngoprek oprek, seperti eksperimen mengakses GPIO, dan melakukan beberapa kemungkin project yang bisa saya kembangkan dari raspberry pi tersebut. Saya pun membongkar kembali kardus yang berisi perangkat elektronik saya jaman kuliah, dan ternyata saya menemui banyak tool seperti multimeter sudah out-of-date,  meskipun sebenarnya masih bisa digunakan meski agak repot karena ada beberapa komponen multimeter tersebut yang sudah kendor.

Multimeter lama saya itu adalah multimeter analog yang dibeli saat jaman kuliah semester 7, Mereknya Dekko AM-22, harganya waktu itu berkisar 70 ribu, cukup mahal bagi kantong mahasiswa waktu itu. Sayang, sejak lulus kuliah, multimeter tersebut hanya nangkring di kardus dan jarang digunakan, sampai suatu hari, timbul ide untuk membuat suatu  project  rahasia *halah.

Alhasil, demi sebuah project rahasia,  dengan kondisi keuangan yang sudah agak bokek, selasa kemarin saya membeli secara daring (online), multimeter digital  Sanwa CD800a. Ya, Sanwa memang multimeter yang cukup bagus dari segi kualitas. Saya melihat multimeter ini digunakan di laboratorium elektronika kampus saya dulu, buatan jepang, meskipun yang saya beli adalah fabrikasi China, namun tetap mengikuti standar QC yang sama.

Nah, setelah multimeter dan beberapa perangkat lain terbeli, sekarang tinggal niat dan konsistensi saya yang akan diukur, apakah bener saya membeli banyak macam  perangkat dan komponen elektronika itu akan benar – benar berguna dan terpakai, sehingga menghasilkan suatu karya, yang bisa melebihi karya Tugas Akhir saya di 3 tahun lalu.  Saya tidak tahu, dan bukan dalam kapasitas memastikan sesuatu, namun manusia wajib hukumnya berusaha :).

Yang jelas, multimeter yang saya beli ini, selain memiliki kemampuan mengukur tegangan, arus, hambatan dan frekuensi, kini, dia akan punya kemampuan tambahan untuk mengukur seberapa besar  konsistensi saya melawan waktu.

Never stop learning, because life never stops teaching

Tagged ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.