Keseharian, Perenungan

Sebotol Kecil Madu Hikmah

madu_goldenageSore kemarin, sebuah pusat perbelanjaan dekat kantor, mengadakan grand opening dengan memberikan diskon untuk beberapa produk jualannya. Saya bukan orang yang gila diskon :mrgreen: , namun karena berhubung lokasinya yang dekat serta kebetulan saya belum belanja bulanan untuk bulan ini, maka saya memutuskan membeli beberapa kebutuhan sehari- hari, seperti telor ayam kampung, minyak goreng, sabun cuci, dan perlengkapan mandi yang lain. Selain itu ada juga madu, yang sedang didiskon beli 1 gratis 1.

Begitu tiba di kosan, salah satu plastik yang berisi  barang belanjaan terjatuh, alhasil satu botol madu pecah dan isinya luber  kemana – mana, sedangkan plastik minyak gorengpun bocor. Ah betapa menyesalnya hati saya waktu itu, andaikan saya lebih hati – hati. Jika begini beli 1 gratis 1 tak ada gunanya.

****

Kita semua mungkin terkadang sering mengalami situasi serupa. Madu yang pecah di tas plastik belanja saya itu bisa kita perluas konteksnya berupa potensi ekonomi, kekayaan, sosial, jabatan, uang satu juta atau apapun, saat itu terjatuh lalu pecah, maka banyak dari kita memilih untuk menghabiskan waktu dengan menyesali pecahnya satu botol madu itu, terlupa bahwa masih ada  satu botol madu lagi yang selamat, juga 10 butir telor ayam kampung, minyak goreng dan lain – lain yang tidak ikut-ikut pecah.

Kebanyakan kita lebih sering memilih menghabiskan waktu untuk bersedih  terhadap hilangnya satu madu pecah, ketimbang mensyukuri diselamatkannya satu madu, 10 butir telor ayam kampung, minyak goreng dan barang belanjaan yang lain. Terlebih, botol madu yang pecah itu-kan sebenarnya bonus pembelian dari satu madu lagi yang selamat. Seperti halnya dalam hidup kita, banyak juga, atau bahkan hampir semua dalam hidup kita ini adalah pemberian Tuhan, tanpa kita dulu sempat meminta atau bahkan perlu capek – capek untuk berusaha. Saat kemudian diambil lagi, apa yang perlu disesali. Bukankah memang pada awalnya, ketika lahir kita tidak memiliki semua hal – hal tersebut?

Terhenyak, saya berterimakasih dengan sebotol madu pecah, karena tidak sekedar pecah, ia juga meluberkan manis hikmahnya ke dalam dada dan pemikiran saya malam itu

Tagged ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.