Perenungan

Bertahan Hidup di ‘Jaman Edan’

Sebuah Catatan Untuk Diri Saya

Survival skill, sebuah seni bertahan hidup. Ini bukan tentang menyimpan koin emas dan perak, ataupun mengumpulkan makanan kaleng, bukan juga tentang membeli senjata AK-47. Ini adalah tentang menyelamatkan hati, nilai, pemikiran, keyakinan, idealisme, dan kebenaran anda dari tekanan – tekanan nilai ‘baru’ yang berasal dari luar yang kemudian coba mereka paksakan pada diri kita.

Jangan pernah berharap pada pemerintahmu bisa melindungimu dari semua itu. Karena mereka tidak pernah dipilih berdasarkan kecerdasan ataupun prestasinya. Tetapi karena bagaimana mereka mampu memenangkan kepercayaan masyarakat lalu menghianatinya. Engkau bahkan tak akan pernah tahu apa ukuran dari presidenmu itu disebut berhasil ataukah gagal. Karena semenjak Amandemen konstitusi, GBHN yang merupakan parameter prestasi dari seorang presiden telah dihapuskan.

Jangan pula berharap dari media massa mainstream akan menghadirkan kebenaran. Sebaiknya hindarkan diri dari informasi – informasi ‘beracun’, kerusakan moral, korupsi, kemunafikan, yang setiap hari mereka hadirkan dan jejalkan. Jangan habiskan energi anda pada isu-isu rutin yang disuguhkan mereka yang selang beberapa hari berbelok menuju isu baru. Sehingga engkau tak akan sempat berpikir lagi ada apa di belakang penyuguhan isu-isu itu

Memang secara praktis kita tidak bisa mengalahkan ‘sistem ini’. Tapi setidaknya kita bisa mengendalikan diri pribadi dan keluarga kita darinya. Dengan demikian, ini adalah perang melawan dirimu. Maka mari memulai dari melindungi dirimu dari sistem ini.

Maka mulai jelaslah kita tentang apa yang Rasulullah s.a.w sabdakan seusai perang badar,

Perang yang lebih hebat adalah perang dengan hawa nafsumu

Perang terhadap hawa nafsu tidak sekedar tentang dirimu sendiri. Ini adalah upaya kita sebagai individu – individu yang mengusahakan kemerdekaan dengan menghancurkan sistem ini.

Kebahagiaan ada di dalam jiwa kita. Bahagia berarti memahami hati kita dengan tidak menginginkan apapun yang lain. Itulah yang disebut islam sebagai qana’ah, yang sering digambarkan sebagai perbendarahaan yang paling besar,

Kekayaan yang paling besar adalah meninggalkan banyak keinginan.

Ketika engkau mulai menyangka kebahagiaan berada di luar dirimu, maka seketika itu kita mulai menjauhkan diri dari diri kita sendiri dan kemudian menjadi terikat dengan apa yang kamu inginkan itu. Engkau akan mulai tergantung dengan suplemen – suplemen buatan ‘sistem’ mereka, inilah yang kemudian menjadi awal dari yang disebut candu ketidakbahagiaan

Bersetia dan patuh terhadap nilai

Survival skill. Ini adalah tentang mempertahankan keyakinan kita di dunia yang gila ini. Kita berada di garda depan untuk melawan ini, karena sistem itu menginginkan kita masuk kedalamnya. Kita bisa melawannya dengan bagaimana kita bersetia patuh kepada nilai yang kita yakini

Hidup sederhana adalah satu jalan, hidup sesuai dengan kemampuan, sehingga kemudian uang menjadi sesuatu yang tidak penting. Jangan kita habiskan hidup ini untuk mencari uang, karena manusia diciptakan sebagai khalifah, memiliki derajad yang lebih tinggi dari uang. Dunialah yang harusnya mengejar manusia, jangan sebaliknya.

“Seorang manusia dikatakan kaya berdasarkan jumlah barang yang tidak ia miliki.”

Henry David Thoreau

Maka manusia yang benar – benar kaya adalah manusia yang tidak memikirkan uang. Sebagaimana kaya yang dalam bahasa arab adalah Ghoni, artinya “tidak butuh”. Semakin seseorang tidak butuh, maka semakin kaya. Begitupun sebaliknya, semakin ia butuh maka akan semakin banyak yang ia miliki, maka semakin fakirlah ia.

Maka berdasarkan parameter ini, harusnya sebagian miliarder adalah orang miskin. Karena, semakin banyak uang yang dimiliki oleh seseorang maka akan semakin sulit baginya untuk memikirkan hal yang selain itu.

Tuhan di dalam hatimu

Tuhan berbicara melalui hatimu, karena itu sering – seringlah berlatih mendengar suara dari kedalaman jiwa kita. Namun banyak orang tidak terlatih dengan ini, sehingga sering kita temui di tempat hiburan malam terutama karaoke, diskotek yang dipenuhi dengan orang – orang yang kesepian, mereka membutuhkan keramaian dan musik – musik bertempo cepat dan keras, untuk menutupi rasa sepi dan sendiri mereka.  Itulah yang membuat mereka tidak terbiasa medengarkan suara  yang sejati yang berasal dari kedalaman jiwanya sendiri

Daripada kita membiarkan dunia menentukan apa yang kita pikirkan. Adalah lebih baik kita menciptakan “dunia sendiri” berdasarkan nilai – nilai sejati yang kita yakini. Kita memiliki pikiran kita sendiri, dengan kedaulatannya sendiri jangan biarkan mereka merusaknya.

“Setelah mengetahui banyak hal, banyak sekali keinginan yang menghilang dari diri saya dan saya bercita – cita memiliki pikiran yang murni dan sederhana, setiap hari saya merasakan ketenangn yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya, bahkan hal – hal yang sebelumnya saya ingin ketahui”

Henry More (1614-1687)

Tagged

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.