Bingkai Kata

Menemukan Namamu

Dalam nadiku, namamu tiada sekedar kata. Aksaranya meng-ejakan kenang. yang mengalir dalam kalimat ingatan.

Dalam nadiku, namamu hadir ibarat merah senja pipimu. Penuhi segala langit yang hadir, dengan beribu kenang-kenang. Dan menjadikan mentari diri harus terbenam larut dengan sukarela

Namamu hadir Berdetak-detak menghentikan detik-detik waktu. Aksara- aksara penyusunnya bergerak tiada tentu, menembus dinding-dinding sadarku.

Nama – nama itu adalah isotop astabil yang mencuri masuk alveolusku. Merusak susunan sel pikiran dengan cerita kisah luka yang sesaki ruang nafas.

Nama-nama itu adalah nukleus dari penyusun dirimu cantik. Yang dulu lahir. Di saat asa terakhir.  Dirimu, yang lama tidak ku temui lagi hingga kini. 

Aku tahu, tidak akan menemukanmu lagi, melalui kata-kata dan persambungan salam, yang senantiasa kuucap.
Namun aku yakin, kamu pasti mendengarnya. Dan aku akan menunggu saatnya, tatkala dalam keheningan, aku menemukanmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.