Pernahkah kau coba mendengar yang dikatakan senja ketika datang tibanya. Dan bagaimana yang dikabarkan mentari ketika tiba terbenamnya. Jika engkau tak tahu. Maka carilah tahu. Ataupun jika tak mau tahu. Maka sempatkan sebentar saja saya menyampaikan ini.
Dikarenakan kita, manusia sering tak mendengar, bukan karena memang tidak mendengar. namun karena memang tak mau mendengar, atau mungkin karena kita sudah tidak bisa mendengar karena ditulikan riuh rendah zaman. Kita juga tidak pernah benar – benar sungguh – sungguh mempelajari tanda – tanda. Kita tak pernah serius berlatih mendengar suara yang ada di kedalaman jiwa kita. Karena yang ada di dalam hidup kita tak lebih adalah keramaian, kita tak pernah sekalipun mau belajar dari kesepian, dari kesendirian.
Padahal hidup tak lebih dari sendiri. Lahir di perut ibu sendiri, kelak juga dalam kuburan yang sendiri, dan menanggung dosa dan pahalapun sendiri. Kelihatannya mungkin orang berkumpul dan berteman atau berkeluarga, tapi sebenarnya setiap orang punya “kesibukan hati”-nya sendiri.
Hidup kita menjadi “sendiri”, karena orang lain tidak benar – benar tahu siapa kita dan apa yang sesungguhnya yang kita lakukan. Kita ini “sendiri” karena anggapan kita tentang diri sendiri dan apa yang kita lakukan sering berbeda jauh dengan yang yang dianggap orang lain.
Jika kita perhatikan saat malam, terlebih saat akhir pekan, tempat – tempat hiburan malam terutama karaoke, diskotek dipenuhi dengan orang – orang yang kesepian, mereka membutuhkan keramaian dan musik – musik bertempo cepat dan keras, untuk menutupi rasa sepi dan sendiri mereka. Itulah yang membuat mereka tidak terbiasa medengarkan suara yang sejati yang berasal dari kedalaman jiwanya sendiri
Beruntunglah, jika kau sekarang merasa sendiri, karena dengan itu engkau punya kesempatan lebih luas untuk melakukan perjalanan panjang menuju kesejatiandirimu. Dan jika kau sekarang dalam keramaian, maka ambillah waktu beberapa saat untuk sendiri, karena menyendiri itu penting, sehingga dengannya kita tahu benar apa yang menjadi isi keramaian.
Sendiri akan mengantarkanmu dalam perjalanan yang terjauh menuju dirimu sendiri. Perjalanan dimana kita belajar untuk dilatih betah untuk lapar, betah untuk tidak tidur, betah untuk tidak populer, betah untuk kalah, dan betah untuk tak melakukan apa – apa yang kita suka. Sehingga dengan itu, kau akan menemui hidupmu tidaklah sendiri, bahwa engkau berdua dengan Allah. Namun kelak jika tauhid sudah tercapai, tak lagi “berdua”, sebab tauhid artinya penyatuan. Hasil penyatuan bukanlah dua atau tiga namun adalah Satu.