Tuhan tidaklah pernah mengajarkan kita untuk membenci siapapun. Termasuk pada Iblis sekalipun. Coba tunjuk satu ayat saja yang menunjukkan perintah membenci iblis? Saya sendiri belum pernah menemuinya, yang ada hanyalah “jangan kau ikuti langkah-langkah iblis”. Iblis adalah musuhmu yang nyata.
Ibarat pertandingan sepak bola, Allah memberikan musuh kepada manusia yaitu Iblis, namanya musuh, ya jangan di ikuti, tapi musuh juga jangan dibenci. Karena dalam pertandingan, musuh adalah ujian sehingga dapat dilihat kualitas dari manusia.
Pertanyaan saya adalah, Jika adam turun ke surga karena iblis. Lalu siapa yg menghendaki iblis untuk menggoda manusia? Sedangkan tidak ada kejadian melainkan semua adalah kehendakNya
Ada pendapat yang mengatakan, Iblis dulu bernama Ajajil dia mendapatkan tempat paling depan untuk memimpin tawaf di Baitul Makmur, baru kemudian di belakangnya diikuti oleh para malaikat. Ketika Allah membuka sebuah audisi, untuk peran antagonis dalam ‘drama’ penciptaan dan perjalanan manusia sebagai khalifah di bumi, para Malaikat takut menerima peran itu, kecuali Ajajil.
Dan setelah Adam diciptakan, dimulailah skenario kepada Ajajil yang diberi gelar “Iblis”, artinya “Sang Pembangkang yang congkak dan takabur”.
Ketika adam diciptakan dan Tuhan memerintahkan sujud semua malaikat. Maka malaikat yg lain sujud. “mari kita sujud pada selain Tuhan”. Kecuali iblis yang menolak
Ada pendapat yang mengatakan bahwa Iblis tidak sujud kepada Adam karena tauhid iblis yang sangat murni. Sebelum dia di mendapat gelar “Iblis”, ia adalah ketua dari para malaikat, telah menyembah Allah 700ribu tahun sebelum malaikat-malaikat yang lain.
Pendapat lain mengatakan, ketika Allah berfirman dalam QS. Al Baqarah: 34, QS. Al Israa’: 17, QS. Thaahaa: 116
“Waid kulna lil malaikati yasjudu ila adam, fasjudu illa iblis”,
“Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat. Sujudlah engkau kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis”.
Jika dicermati teks nya, perintah Allah, hanya ditujukan kepada malaikat, bukan iblis. Jadi pendapat ini menyatakan Iblis tidak mau bersujud, karena hanya Malaikat yang disuruh. Iblis cukup hanya bersujud pada Tuhannya saja.
Kita bukanlah tuan atas keinginan kita sendiri. Begitupun Iblis, siapakah yang menggerakkan iblis hingga enggan iblis sujud? Jelaslah ini semua adalah “skenario” Tuhan, dimana iblis memang diperintahkan seperti itu sehingga kita manusia dapat menyelami keesaanNya. Tidak ada yang namanya pilihan bebas. Semua pilihan adalah milikNya. Begitupun pilihan iblis untuk sujud atau tidak adalah milikNya juga. Seandainya Tuhan menghendaki Iblis untuk sujud. Iblis pasti sujud. Apakah yang sulit bagi Tuhan?
Tuhan telah menghendaki Iblis bersikap seperti itu. Sehingga dengannya. Manusia semua di uji, sehingga terlihat mana yang imannya benar-benar kuat, dan diantara manusia dapat dipilih, mana yang ikhlas padaNya, mana yang hanya menjilatNya
Iblispun berkata saat dilaknat Tuhan:
“Dengan KekuatanMu. akan kusesatkan mereka (anak cucu Adam) kecuali mereka yang Engkau pelihara”
Jadi iblis mensesatkan manusia memang atas kehendak Tuhan. Iblis adalah kaki tanganNya untuk menguji manusia. Jika bisa kita ibaratkan Iblis adalah dosen penguji yang menguji, mana manusia yang lulus mana yang tidak.
Seolah-olah Tuhan berkata pada Iblis :
‘Temukan mereka yang tidak mencintaiKu. karena orang-orang yang mencintaiKu akan kulindungi dan berada di luar jangkauan kekuasaan yang Aku kuasakan padamu (iblis)’
Iblis adalah penjaga IstanaNya yang mengusir siapapun diantara manusia yang tak pantas hadir di depan pintuNya. Melalui Iblis, Tuhan singkapkan siapa – siapa saja yang tak pantas masuk hadiratNya..
Demi melaksanakan tugas ini, yaitu menggoda umat manusia. Iblis rela berkorban menerima kutukan dan Laknat Tuhan.
Seolah – olah Tuhan berkata pada Iblis:
“mari kita rancang pertengkaran ini. Agar mereka yang membenciKu. menampakan dirinya melalui kau dan kesaksian mereka (manusia) melaluimu (iblis) akan memberatkan mereka di hari akhir nanti
Iblis adalah makhluk yang benar-benar bersujud kepada Tuhan, tapi tidak mau bersujud kepada manusia. Bagaimana dengan manusia? ia tidak benar-benar bersujud kepada Tuhan justru lebih memilih bersujud kepada selainNya. Cobalah dipikir kembali, lebih baik mana Iblis dengan manusia?
Yang memerintahkan Iblis menolak bersujud kepada Adam adalah Allah. Yang memerintahkan Iblis menggoda Adam agar memakan buah Kuldi, juga Allah sendiri. Bahkan yang menyuruh Iblis memusuhi Allah, adalah Dia juga. Karena Allah Maha berkuasa atas segala sesuatu.
Iblis berkata kepada anak cucu Adam,
“Wahai Anak Adam, sebenarnya aku menolak bersujud kepada Bapakmu, karena aku takut engkau balik bersujud kepadaku. Cukuplah engkau bersujud kepada Yang Menciptakanmu saja”.
Demikian, Wallah hu’allam bishowab
Jazakumullah…