Perenungan

Bertahan Hidup dengan Kopi

Sudah menjadi kebiasaan saya di setiap pagi untuk menyeduh beberapa ratus mililiter kopi lalu mengisinya ke dalam wadah travel pres – semacam termos, khusus kopi dan teh yang dilengkapi alat untuk menekan ampas agar tidak ikut terminum saat dinikmati. Dulu, sebelum saya pindah kantor, saya membuatnya di kantor, namun karena sekarang saya lebih sering bekerja di tempat klien which is,  dispensernya…

Continue Reading→

Novel

Proxima Centauri (Bagian ke – 11)

Pandangan mataku masih kulayangkan di jendela bus di sampingku. Mengharapkan ada sesuatu yang baru dapat kutemui saat itu. Mengamati toko-toko yang berjajar, kantor – kantor dan bank serta bangunan – bangunan lain di pinggir jalan, juga kendaraan bermotor yang berebut jalan – seperti anak kecil yang berebut kue. Mungkin memang mereka adalah anak kecil, yang begitu gemar bermain klakson tanpa bisa menggunakan nalarnya bahwa jalanan…

Continue Reading→

Keseharian

Kopi Pagi Hari

Dikarenakan kopi bubuk di meja kerja saya sudah habis, maka saya terpaksa untuk beli minuman hitam ini, namun karena nggak ada waktu, akhiranya saya iseng browsing – browsing online shop sebentar. Kemudian, memutuskan untuk membeli kopi Papua Wamena. Baru kemarin sore kopi yang saya beli tersebut sampai, ah jangan tanya mengenai harumnya, meski bungkusnya masih tertutup rapat, harum aroma khas kopi…

Continue Reading→