Keseharian, Perenungan, Sosial Politik

Bibit – Chandra Belum Tentu Benar ( Ataupun Salah )

Bibit Candra
foto: detik.com

Akhir -akhir ini media massa entah itu cetak ataupun elektronik dibanjiri oleh berita tentang “perseteruan (?)” antar lembaga penegak hukum di republik ini yakni KPK di satu sisi dengan POLRI dan Kejaksaan di sisi lain. Saya menggunakan tanda tanya setelah kata perseteruan karena memang hal ini masihlah belum jelas, apakah ini memang benar – benar perseteruan dengan sebuah rekayasa atau merupakan kasus hukum murni. Agaknya pilihan pertamalah yang sekarang disoroti – setidaknya oleh media.

Saya tidak akan memposisikan diri pada suatu kubu ataupun membahas dan membuat opini untuk mendukung atupun menuduh siapapun. Karena kasus yang yang melibatkan para petinggi KPK, Kabareskrim Mabes Polri, Wakil Jaksa Agung, bahkan hingga nama RI-1 ini pun sudah begitu banyak dibahas di televisi. Sudah banyak blogger yang menulisnya, sudah satu juta lebih pula facebookers yang bergabung dalam group pendukung Bibit – Chandra. Sudah banyak pula waktu yang dihabiskan untuk kita menuduh. Sudah terlalu banyak energi yang kita keluarkan untuk mendukung ataupun kontra.

POLRI Vs KPK? (infokorupsi.com)
POLRI Vs KPK? (infokorupsi.com)

Saya hanya ingin bertanya, apakah kita mendukung orang yang benar – benar tidak bersalah? Bibit – Chandra belum tentu bersih ataupun salah. Begitupula dengan Kapolri dan Kabareskrim Non-Aktif Susno Duadji. Belum tentu (Susno Duadji) merekayasa kasus ini – mengingat pengakuannya dalam Rapat Kerja Komisi III DPR selasa lalu. Jika kita mampu mempercayai Bibit – Chandra dengan sumpahnya, lalu kenapa kita juga tidak mempercayai Susno Duadji dengan sumpah yang sama?

Apakah rekaman yang diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi- dengan praduga dan penafsiran kita – sudah cukup untuk menentukan seseorang bersalah ataupun tidak, tanpa kita perlu mengkonfirmasi ke orang yang yang tersebut kedalam rekaman tersebut? Jika memang begitu, ketika kita menganggap Wakil Jaksa Agung, Kabareskrim Non Aktif Susno Duadji terlibat dalam sebuah konspirasi bersama Anggodo kenapa tuduhan yang sama tidak diarahkan ke Presiden SBY yang juga tersebut dalam rekaman?

Kapolri
Kapolri Bambang Hendarso Daenuri

Jika kita mampu mempercayai keterangan seorang Ari Muladi, lalu kenapa kita tidak mampu untuk mempercayai kepada keterangan Kapolri, padahal seorang Kapolri adalah orang -orang pilihan dari kepolisian yang memiliki integritas dan kemampuan yang sudah teruji .

Sejarah telah membuktikan kepada kita, bahwa siapa -siapa yang pada awal kita sangka baik dan benar – benar bersih ternyata adalah orang yang berlawanan dengan anggapan kita ( Setidaknya berdasarkan opini publik ). Mulai dari Presiden Soeharto yang dulu sempat dipuja – puja dan dijadikan bapak Pembangunan namun pada akhir pemerintahannya dihujat habis – habisan dan disangkutkan dengan Korupsi serta usaha untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Hal yang sama juga terjadi pada Presiden Soekarno yang pada masa akhir jabatannya dipersangkutkan dengan kasus Dana Revolusi ataupun Partai Komunis Indonesia.

Mungkin ada baiknya kita perlu mendegar apa yang dikatakan Bapak Amien Rais di hotel Sasando Kupang pada tanggal 10 November 2009

Siapa pelatuk perseteruan Polri dengan KPK? “Saya belum tahu siapa di balik kasus ini. Tapi, maunya apa saya tahu. Orang lain tidak senang melihat Indonesia aman. Saya melihat ada upaya terselubung memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” (http://www.pos-kupang.com/read/artikel/38675 )

Tulisan ini mengingatkan agar kita sebagai bangsa tidak mudah terpecah belah ataupun terprovokasi dan digiring oleh sebuah opini yang dikemudian hari ternyata salah. Sekarang, kita tidakmengetahui siapakah setan, siapakah malaikat. Kita tentu tidak ingin tercatat dalam sejarah sebagai bangsa yang membela setan yang berpenampilan layaknya malaikat. Biarkan saja pengadilan yang memutuskan, siapakah malaikat, siapakah setannya karena seperti yang Amien Rais katakan

Saat ini yang menghukum kasus ini adalah media massa. Dikhawatirkan massa bisa menghakimi pihak- pihak terkait sehingga membutuhkan revolusi total hukum di negara ini.

(http://www.pos-kupang.com/read/artikel/38675 )

Sebuah peradilan memang memerlukan sebuah waktu, kita harus mendorong agar proses hukum berjalan sebagaimana mestinya dan tidak diintervensi oleh uang dan kekuaasaan. Sebagai rakyat kecil , kita haruslah bersabar – begitupula para elit janganlah melakukan aksi ataupun mengeluarkan statement ataupun sesuatu yang dapat memperkeruh suasana.

Seharusnya kita sadar bahwa masalah ini sebenarnyaย  sengaja diada- adakan entah oleh siapa – agar bangsa ini terpecah belah dan menjadi negeri yang tidak aman sehingga terdapat celah yang memungkinkan pihak ketiga masuk. Dunia Internasional telah mengetahui bahwa kita memiliki sebuah potensi untuk menjadi bangsa yang berada pada garda terdepan, avant garde nation, yang derap sejarahnya saja berada beberapa langkah di depan bangsa-bangsa lain yang di muka bumi. Maka dari itu, bersatulah Bangsa Indonesia

Tulisan ini sekaligus tanggapan terhadap :

Insya ALLAH SBY segera ganti KAPOLRI dan JAKSA AGUNG

Facebookers Galang Dukungan Mengecam Komisi III DPR

Anggoro dan Anggodo Widjoyo, Dari Bandar Togel Hingga Kuat Booking 30 Cewek Semalam

Panggung Drama KPK vs Polri

Yulianto Terlacak di Surabaya, Pukulan Telak Polri & Pengacara Anggoro

Opini Awam: Cicak Vs Buaya

Jakarta
bibit-chandra
sumber :detik.com
Tagged , , , , , , , ,

12 thoughts on “Bibit – Chandra Belum Tentu Benar ( Ataupun Salah )

  1. Bismillah hirrohman nirrohim,

    Semoga kita Rakyat Indonesia semuanya bisa menahan diri untuk tidak saling mengutuk satu sama lain.Kita semua mestinya bisa memposisikan untuk tidak memihak siapapun,menurut saya biarkan proses hukum berlanjut,nanti kan kelihatan siapa yang salah dan yang benar,hukum harus dikedepankan,karena kita adalah negara hukum.
    Jangan sampai kita dipecah belah oleh orang2 tertentu,yang bisa merugikan kita semua. Mestinya Presiden bisa menengahi dan bisa tegas untuk tetap memproses di pengadilan,di pengadilan kan akan terungkap yang benar dan yg salah,dan apapun hasilnya dipengadilan kita semua harus legowo.
    Kami rakyat Indonesia berharap hakim di Indonesia bisa memegang amanahnya masing-masing,karena kelak akan dipertanggung jawabkan di hadapan ILAHI.
    Marilah kita seluruh Rakyat Indonesia berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga para pemimpin kita diberi rahmat hidayah-Nya supaya bisa memimpin negeri ini dengan adil,arif dan bijaksana.Amiin.

  2. saya juga sependapat dengan anda, dan pendapat saya tsb pernah saya ungkapkan di facebook, esoknya apa yg terjadi?… iya benar..!!! facebook saya di Hack… ga bisa update status dan komen… weleh2 sampai segitunya…

  3. setuju…
    media massa terlalu mem-blow up perkara [tidak murni salah media sih, sapa suruh dari dulu para institusi ini menebar kebusukan yang membuat rakyat tidak percaya], tapi bagaimanapun juga, lebih baik kita tunggu hasil persidangannya juga..

  4. @ Winda Rosanty, seas
    Amiin.. ๐Ÿ™‚

    @ hartono
    sepertinya ada yang masih tidak menghargai perbedaan pendapat ya kang ๐Ÿ™‚

    @ yuna
    media juga jangan melebih2kan berita dgn statemen2 dan opini pribadinya ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.