Tidak terasa begitu cepat detik demi detik berlalu, hari demi hari telah terlewati, tahun demi tahun telah berganti. Sekarang saya telah 3 bulan menjalani kuliah sebagai mahasiswa semester 5. Ujian Tengah Semester yang dijalani kali ini, – seperti biasa, dan sebagaimana wajarnya – cukup menguras energi, namun karena telah terbiasa, hari – hari ini harus dinikmati dan dijalani dengan penuh rasa syukur
Tiga mata kuliah telah di ujikan pada minggu kemarin, dan tersisa tiga mata ujian lagi yang harus dihadapi. Senin besok Mata kuliah Teknik Isyarat – atau di kampus lain lebih dikenal dengan nama Sinyal dan Sistem – akan diujikan. Tentu persiapan harus dilakukan sebaik dan semaksimal mungkin, sehingga kemampuan yang maksimal bisa dikeluarkan. Mulai dari membaca buku pustaka, membuat ringkasan, mengerjakan beberapa contoh soal – haruslah dilakukan.
Sistem belajarpun harus diperbaiki lebih efisien lagi, motivasipun harus ditingkatkan, karena untuk mengejar sebuh ketertinggalan haruslah diperlukan sebuah percepatan. Sebuah hal mustahil jika kita ingin mengejar ketertinggalan, namun hanya dengan kecepatan yang sama – sama saja. Begitupula kita sebagai mahasiswa – atau lebih luas lagi, sebagai bangsa haruslah melakukan perjuangan yang ekstra agar mampu bangkit dari keterpurukan sehingga dapat berdiri sejajar dengan bangsa – bangsa maju di dunia.
Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk diwujudkan, semua adalah mungkin, apalagi kita sebagai sebuah bangsa besar yang memiliki sebuah sejarah panjang dan pengalaman yang telah menempa kita sebagai pribadi – pribadi yang kokoh dan siap untuk sebuah kemajuan yang lebih besar lagi. Sebagaimana Mantan Presiden Soeharto pernah berkata pada peresmian Instalasi Spektometri Neutron dan Laboratorium Sumber Daya dan Energi pada 20 Agustus 1992 di Serpong.
“Saya percaya bahwa bangsa Indonesia mampu menguasai teknologi canggih. Nenek moyang kita telah berhasil membangun candi-candi yang sangat indah arsitekturnya dan bertahan ratusan tahun. Nenek moyang kita juga membangun armada laut yang telah mengarungi samudra luas. Penjajahlah yang telah membuat kita lemah dan kurang percaya diri. Karena itu, setelah menjadi bangsa yang merdeka kita harus dapat bangkit kembali untuk menyejajarkan diri dengan bangsa lain yang telah maju”.
Semoga saja segala upaya dan usaha yang telah kita lakukan sebagai mahasiswa dan bangsa – tidaklah sia – sia dan mendapatkan ridho di sisi Allah..
Amiin
pengen kaya ayang….. 🙂
semangattt yang…
@irin
kok kayak tedy
jadi diri sendiri dunk rin 🙂
kalo jd dri sendiri irin susah semangatnya yang..
heheu..