
Rabu, 26 Agustus 2009 kemarin, saya diundang selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Elektronika Instrumentasi STTN BATAN untuk mengisi acara penegenalan HIMA (Himpunan Mahasiswa) pada kegiatan POSTER 2009 (Pekan Orientasi Study Terpadu).
Mengenai huruf ‘y’ pada kata study, janganlah dipermasalahkan – saya sengaja salah menulisnya, toh memang tidak semua dari kita tahu – meskipun itu seorang mahasiswa – tentang penulisan ejaan bahasa indonesia yang baik dan benar. Apakah study atau studi? Study adalah kata asing dan dilafalkan dengan stadi ( Saya juga ngga ngerti, kenapa bisa dilafalkan seperti itu ). Sedangkan studi merupakan serapan dari kata asing study.
Sudahlah – lupakan semua itu, toh itu hanya masalah satu huruf. Mungkin di penulisan Tugas Akhir, hal tersebut juga tidak dipermasalahkan. Kita kembali saja ke topik bahwa saya diminta untuk mengisi acara pengenalan hima. Presentasi yang saya berikan hanyalah secara umum – tidak mendetail. Karena memang segala sesuatu harus kita mulai dari yang mendasar dan umum, baru menuju yang khusus. Dan rasanya audience juga bakalan bingung jika diberi hal – hal yang terlalu terperinci. Intinya adalah bahwa kita ingin menimbulkan semangat para mahasiswa baru untuk bisa aktif beroganisasi., karena organisasi bukanlah perkara yang remeh – dia lebih sulit daripada perhitungan kalkulus ataupun fisika neutron.
Seorang dosen pernah berpendapat bahwa orang indonesia dikenal memiliki prestasi yang baik secara individu namun kurang memiliki prestasi jika berada dalam sebuah tim yang sering dikatakan secara seloroh bahwa
Di Indonesia banyak Superman tapi tidak ada Superteam
Sungguh menarik dan menggelitik, bahwa nyatanya tidaklah sepenuhnya hal tersebut bisa benar. Banyaknya kasus korupsi yang terjadi secara berjamaah adalah buktinya (korupsi kok berjamaah). Ini mengindikasikan bahwa orang indonesia bisa menjadi superteam dalam hal maling anggaran negara. Memang hal tersebut tidaklah patut ditiru, namun ini juga patut disimak bahwa bagaimanapun orang indonesia juga nyatanya bisa menjadi superteam. Kita tinggal memodifikasi saja sehingga tujuannya bukan lagi maling anggaran negara tapi justru bisa berkarya untuk negara.
Masalah organisasi adalah masalah kemauan dan bukanlah kemampuan – karena kemampuan bisa dilatih seiring dengan waktu. Banyak mahasiswa yang lebih mengutamakan prestasi akademiknya dibandingkan dengan keaktifan dalam beroganisasi – ini tidaklah salah, meskipun kurang tepat. Karena, pada kenyataanya kita akan selalu membutuhkan orang lain untuk merubah dunia. Kita – kelak- akan menghadapi masyarakat yang merupakan sebuah lingkup organisasi yang lebih besar.
Sering juga mahasiswa mengonotasikan mahasiswa yang aktif berorganisasi sebagai mahasiswa yang males kuliah atau memiliki nilai akademik yang berada di bawah standar. Mereka sering memandang bahwa aktif berorganisasi dan prestasi akademik adalah dua hal yang terpisah. Padahal hal tersebut tidaklah serta merta benar. Jika kita bisa memilih keduanya ( nilai akademik dan organisasi ) kenapa tidak? Itu hanyalah masalah manajemen waktu.
Sesunggugnya tidak pernah ada kata
saya tidak mempunyai waktu berorganisasi
karena sesungguhnya kita memiliki waktu 24 jam sehari, dan itu bergantung kepada anda bagaimana anda mampu membaginya?
setuujuuuu ted…
dimana ada kemauan disitu ada jalan…mslh waktu mah jgn dijadiin alesan…yg penting kita bisa ngatur waktunyah…toh kemampuan berorganisasi jg diperluin ko bwat nanti kita kerja…jd ga ada ruginyah kita ikut organisasi… 😉
@iriin
ya.. irin yg rajin jg yah
dan jgn sampe lupa waktu
🙂