Aku telah lupa berapa kali ku menjadi saksi siklus peredaran matahari. Akupun tak teringat berapa kali aku menjadi saksi akan pergantian musim. Akupun juga belum mengerti meskipun jagad arcapada telah berulang kali melakonkan berbagi epik drama kehidupan.
Jiwa, akal, tangis, senyum. Semua variable ini membelengguku dalam semua kungkungan penjara yang sempit. Ketikaku tengok masa lalu, kumelihat hitam putih hidup yang telah kujalani, semuanya hanyalah pahit dan manis, sedih dan bahagia.
Namun sesaat kemudian, ku mendengar suara – suara yang telah lama hilang teranihilasi oleh pesta zaman. Dia mengatakan kepadaku dengan lembut bahwa kehidupan manusia tak akan pernah benar – benar bahagia selama mereka terikat dengan perbedaan, memandang satu hal lebih baik ataupun sebaliknya. Warna – warna hanyalah menjadi warna ketika cahaya hadir padanya. Begitupula kehidupan hanya akan ada ketika sang Khalik memancarkan cahayaNya.
Begitulah hidup. Aku juga bukanlah malaikat yang harus selalu tampak putih, namun tentu aku tiada pernah ingin untuk terlukis hitam lagi. Biarkan hidup ini berjalan apa adanya, Dan biarkan aku menjalani hidup yang telah ditakdirkan Tuhan untukku
🙂 Hai…
Tulisan yang manis…
tapi ada sedikit tanya yang tersimpan..
lalu…sebenarnya apa arti kehidupan sebenarnya???
arti kehidupan adalah mengenali siapakah kita ini?
Tetapi begitu susahnya mengenal diri kita…
bahkan saat kita tersenyum maupun sedang berduka…kita tak tahu apa yang sedang terjadi dengan diri kita..
semakin ingin mengenal semakin tak paham…
akhirnya di batas asa menerima bahwa beginilah diri kita…mencoba maupun tidak mencoba untuk mengenal diri kita, tetap beginilah diri kita…
🙂
ada orang yang mengatakan hidup ibarat air yang mengalir, namun air dengan meudah mengenal siapa dirinya, dimana dia berada dan dimana dia harus berjalan, dan tempat mana yang dia tuju…menerima setiap sunatullah dengan keikhlsan sempurna.
sedang manusia….?! seprti saya misalnya, sulit sekali menerima apa yang hendak digariskan terhadap kehidupan ini…:)
setelah itu, barulah sadar bahwa kehidupan itu tidak semudah itu, tidak cukup dengan mengenal siapa diri kita….
hai…met malam…
senang bisa berdiskusi denganmu.
oh ya, saya baca juga, tedy akhir2 ini sibuk…ya bersyukurlah menjadi orang yang punya kesibukkan, hal itu jauh lebih menyenangkan…karena orang yang tidak punya kesibukkan…mereka jauh lebih menderita…:)
hm…begitu yah
tapi sebenarnya mengenal diri tidaklah mudah
saya mengutip dari sebuah hadist bahwa
Mungkin yang dimaksud mengenali diri itu adalah sbb:
yah,,dee_salma semua itu harus disyukuri bagaimanapun kesibukan adalah anugerahNya yang tak terhingga..Bagaimanapun tetap harus disyukuri
🙂
🙂 hm…begitu yah..?!
i just feel free, but whatever u say, thank’s a lot…maybe some day i would have find what the really live are..
Kehidupan, aku menyadari bahwa hidup hanyalah persinggahan. Aku selali berfikir, dan menganalisa hidup ini, apa yang akan terjadi nanti, masa lalu telah kita lalui, kita tau segala yang terjadi itu hanya dari masa lalu, dan masa depan hanya lah misteri.