Keseharian, Perenungan

Tujuh Tahun Merangkai Kata

images (1)Tujuh tahun yang lalu,– kala itu masih kuliah semester 1, saat pertama kali saya mencoba menulis di blog ini*. Sempat ada kekuatiran karena saya bukanlah seseorang dengan bakat menyusun kata – kata agar menjadi menarik untuk dibaca, — dan mungkin hingga sekarang 😀 . Tiada bakat sama sekali, nekat untuk membuat tulisan satu kalimat, dua kalimat, satu paragraf dua paragraf, kemudian berakhir pada terbiasa. Saya bukan jebolan anak sastra, bukan pula anak UKM pers kampus. Latar belakang ini saya sengaja sebutkan, tidak lain, untuk memposisikan diri saya agar bisa dimaklumi jika ada salah – salah tulis dalam blog saya. :mrgreen:

Tujuh tahun yang lalu, ketika pertama kali saya mulai menulis di blog ini. Saya meniatkan dalam hati untuk murni hanya ingin menulis tanpa tujuan lebih lagi di luar menulis. Menulis apa saja tentang keseharian, sastra,  IPTEK nuklir, elektronika dan robotik hingga dunia pemrograman, dan tidak ada keinginan (atau sebisa mungkin kuabaikan  keinginan) untuk mengambil keuntungan  material dari tulisan dalam blog – blog yang saya buat.

Ilmu adalah milik Allah. Maka ketika saya menulis, saya tuliskan apa yang menjadi kehendak Allah untuk saya tuliskan, saya sumbangkan bagian ilmu  yang memang milik Allah. Rasulullah Muhammad tak menarik bayaran kala memberikan ilmunya, maka ada hak apa saya untuk mengambil keuntungan ‘materi’ dari tulisan – tulisan saya.

Terlebih saya orangnya pemalas untuk melakukan monetize entah itu melalui adsense ataupun yang lain, bahkan sempat ada seseorang yang ‘melamar’ dan menanyakan tarif pasang iklan di blog saya. Ah,  saya memang terlalu bodoh hingga kemudian mengatakan para orang tersebut bahwa blog saya tidak saya tujukan untuk dipasangi iklan komersial apapun.

Saya memang terlalu bodoh, kebodohan pertama, saya menganggap bagaimana mungkin blog-blog saya yang seperti ini bisa dikomersialisasi, kebodohan yang kedua kalo toh dikomersialisasi, berapa keuntungan yang saya peroleh? seratus ribu? dua ratus ribu? satu juta? dua juta? Maka saya memilih untuk tidak menagih apa – apa. Karena kalaupun ditagih pasti dapatnya sedikit :p. Jadi lebih baik saya “wakaf”-kan saja, sehingga kasih sayang Allah-lah yang saya harap bisa jadi balasannya.

Tujuh tahun lalu saya pertama kali menulis di blog ini, hingga kini, memang bukan waktu yang singkat, 254 tulisan yang setidaknya telah saya buat (belum termasuk di blog saya yang lain seperti elektronika.ruangtedy.net dan java.ruangtedy.net ). Maka rasa syukur dan terimakasihku, masih diperkenankan untuk menulis meskipun hanya dalam blog ini. Maka saya ucapkan selamat ulang tahun untuk blog saya ini. Saya teringat pada apa kata Pramoedya Ananta Toer, bahwa

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Menulis adalah bekerja untuk keabadian, tapi seberapa abadi tulisan? Berapa umur  sejarah? Sepanjang apapun usia sejarah akan musnah. Tulisan akan bisa terbakar, atau hilang diganti dengan yang lain. Yang ‘abadi’ dan sampai pada Tuhan hanyalah niat baik seorang penulis pada setiap goresan tinta yang ia tuliskan.

*Blog yang dimaksud http://tedy.saputro.dev/blog

Tagged ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.